Ada Penjarahan di Lokasi Kebakaran Depo Plumpang, Polisi: Sudah Dijaga Petugas

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pihaknya telah menerima informasi adanya dugaan penjarahan di lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Ada Penjarahan di Lokasi Kebakaran Depo Plumpang, Polisi: Sudah Dijaga Petugas
evakuasi kebakaran pertamina plumpang. ©2023 Merdeka.com/ady anugrahadi dan nur habibie

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pihaknya telah menerima informasi adanya dugaan penjarahan di lokasi kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Diketahui, insiden kebakaran itu terjadi pada Jumat (3/3).

"Tentunya kita telah menerima informasi (soal penjarahan)," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (6/3).

Untuk mencegah hal itu, pihaknya telah menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di lokasi terjadi kebakaran.

"Sejumlah personel, untuk menjaga rumah-rumah yang ditinggal atau rumah-rumah korban kebakaran. Jadi kita melakukan pengamanan dan penjagaan terhadap rumah-rumah tersebut," ujarnya.

"Tentu untuk menjaga aset-aset yang belum rusak, atau aset yang utuh menjaga kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.

18 Orang Meninggal Dunia

Jumlah korban meninggal kebakaran Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara bertambah menjadi 18 jiwa hingga Senin (6/3) pagi. Jumlah itu berdasarkan data dipaparkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta M Ridwan Ibrahim mengatakan, data korban itu diperoleh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Selain korban jiwa bertambah menjadi 18, jumlah pengungsi hingga hari ini mencapai 214 jiwa.

"Adapun berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga pukul 06.00 WIB, korban meninggal berjumlah 18 jiwa," kata Ridwan dalam keterangannya, Senin (6/3).

Ridwan mengatakan, untuk korban yang menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 37 jiwa. Dengan catatan satu orang dirawat di RSCM, 24 orang dirawat RSPP, tiga orang dirawat di RS Pelabuhan, satu orang dirawat di RSUD Tugu, satu orang dirawat di RSUD Koja, dua orang dirawat di RS Yarsi, satu orang dirawat di RS Firdaus, dua orang dirawat di RS Pertamina Jaya dan dua orang di RS Pekerja.

Sementara 214 jiwa terdampak kebakaran mengungsi di dua tempat pengungsian yaitu di Kantor PMI Jakarta Utara sebanyak 186 jiwa dan di RPTRA Rasella 28 jiwa.

"BPBD DKI Jakarta mengirimkan 50 personel dan mendirikan 2 tenda pengungsi yang bertempat di RPTRA Rasela dan Wali Kota Jakarta Utara," kata dia.

Rekomendasi