Polisi meminta agar perempuan penumpang Bus Transjakarta berinisial H yang diduga mengalami pelecehan seksual segera membuat laporan resmi ke kepolisian. Laporan itu akan menjadi dasar tindakan hukum kepada pelaku.
"Kami terus mendorong untuk membuat laporan secara resmi, pastinya akan ditindaklanjuti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Rabu (22/2).
Walau belum membuat laporan secara resmi, kata Trunoyudo, penyidik akan tetap mengusut kasus ini. Dengan melakukan jemput bola guna mengambil keterangan baik dari pelaku maupun korban atas kasus ini.
"Kami terus mendorong, artinya respons cepat langsung dilakukan Polda Metro Jaya dan berkomunikasi dengan korban, dan kami terus mendorong," tuturnya.
Advertisement
Sementara, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyebut, terduga pelaku pelecehan seksual yang terjadi pada rute Pulogadung-Harmoni pada Senin 20 Februari 2022 malam sudah ditangkap pihak kepolisian.
"Pelaku sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak berwajib," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Apriastini Bakti Bugiansri dalam keterangannya, Selasa (21/2).
Dia pun menceritakan awal mula kejadian, saat bus melaju ke arah Pulogadung, tiba-tiba seorang pelanggan wanita terlihat menarik-narik baju pelanggan pria.
"Melihat itu, petugas pramusapa kami langsung dengan sigap merespons dan menghampiri. Ternyata diketahui adanya dugaan pelecehan," kata Apriastini.
Menurut dia, tak hanya pramusapa, petugas cleaning service (CS) yang sedang bertugas dan dua orang pelanggan lainya juga ikut membantu mengamankan terduga pelaku dengan mengejarnya.
"Namun, pelaku memberontak dan nekat loncat melalui ralling halte sehingga terjatuh dan barang-barang pribadinya tertinggal kemudian lari," jelas Apriastini.
Adapun beberapa barang pribadi yang jatuh dan tertinggal adalah kartu Transjakarta, 1 paket kunci-kunci, kartu electronic money berisi saldo Rp31.500 dan uang tunai Rp65.000.
Barang tersebut sudah diamankan petugas pramusapa untuk diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai barang bukti proses hukum selanjutnya.
"Kepekaan dan kesigapan inilah yang dilakukan oleh petugas pramusapa dalam tindakan kejahatan apapun yang terjadi di lingkungan layanan Transjakarta salah satunya pelecehan seksual ini," kata Apriastini.
"Kami juga mengapresiasi terduga korban yang sudah berani melapor, baik ke petugas kami maupun ke pihak yang berwajib, semoga pihak korban mau melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib," pungkasnya.
Advertisement
Kasus Viral
Sebelumnya, sebuah video ramai dan menjadi viral di media sosial terkait seorang pengguna Transjakarta diduga mengalami pelecehan seksual saat pulang kerja pada Senin 20 Februari 2023.
Pelecehan itu diduga itu terjadi saat korban menaiki bus Transjakarta rute Monas-Pulo Gadung.
Mengutip dari unggahan akun Twitter @everflawless alias Haura yang merupakan korban pelcehan menjelaskan kondisi pada saat menaiki bus Transjakarta memang padat terlebih pada saat jam pulang kerja.
"Hari ini saya memutuskan untuk pulang naik dari halte Monas menuju Pulo Gadung karena rumah saya berada di Kelapa Gading. Saya sudah menyadari keadaan Transjakarta selalu padat pada saya pulang kerja," tulis dalam akun Twitternya,
Karena kondisinya yang padat, korban tiba-tiba merasa ada sesuat yang aneh pada bagian belakang tubuhnya. Lantas ia pun sempat meminta ke penumpang lain melihat siapa yang di belakangnya.
"Saya merasakan sesuatu yang aneh dan dan tidak wajar di daerah bokong saya. Saya langsung memberi tahu ke ibu-ibu yang berada di sebelah saya untuk meminta bantuan apakah benar yang saya rasakan," tulisnya.