Pemprov DKI Buka Layanan KB Gratis, Ini Cara Mendapatkannya

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan KB ini bisa mendatangi faskes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, klinik dokter, maupun tempat praktik mandiri bidan.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Pemprov DKI Buka Layanan KB Gratis, Ini Cara Mendapatkannya
Ilustrasi program KB. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/motorolka

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta tengah melaksanakan kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak pada seluruh wilayah di Ibu Kota. Pelayanan KB ini digelar pada 16-20 Januari 2023 dan gratis.

Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Tuty Kusumawati menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan KB ini dilaksanakan untuk meningkatkan akseptor KB, serta akselerasi target pelayanan program KB di Jakarta tahun 2023.

"Melalui pelayanan KB serentak ini, diharapkan pula dapat mendorong antusiasme masyarakat Jakarta atau pasangan usia subur untuk menjalankan program KB dengan baik sehingga, dapat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran guna mewujudkan keluarga yang berkualitas," kata Tuty dalam keterangan resminya, Jumat (20/1).

Masyarakat yang ingin mendapatkan layanan KB ini bisa mendatangi faskes seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, klinik dokter, maupun tempat praktik mandiri bidan. Metode pelayanan KB yang diadakan, meliputi pelayanan KB ulangan, pelayanan ganti cara (metode), pelayanan KB pascapersalinan, serta pelayanan KB baru selain KB pascapersalinan.

"Dinas PPAPP DKI Jakarta, dalam hal ini, melakukan dukungan berupa pembiayaan serta penyediaan alat kontrasepsi KB dan obat-obatan. Namun, untuk sarana-prasarana kesehatan, pelayanan KB didukung oleh faskes-faskes yang bermitra atau bekerja sama dengan Dinas PPAPP DKI Jakarta," jelas Tuty.

Lebih lanjut, Tuty mengklaim, pihaknya terus berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya program KB untuk membangun keluarga berkualitas yang berketahanan dan sehat.

"Di dalam sebuah keluarga yang berkualitas, anak-anak dapat tumbuh berkembang dengan baik sehingga kelak dapat menjadi pribadi dan generasi unggul yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tambah Tuty.

Tuty juga menjelaskan, pengendalian angka kelahiran dalam satu keluarga akan berdampak kepada penurunan prevalensi stunting.

"Pelayanan Program KB berhubungan erat dengan upaya mewujudkan generasi sehat dan unggul. Mengatur jarak kelahiran anak sangat penting dalam sebuah keluarga. Selain itu, pentingnya menjaga usia kehamilan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini pun merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting," pungkasnya.

Rekomendasi