Pertamina Tembus Dusun Terpencil NTT, Pasokan Bantuan Logistik Tiba di Puncak Bukit

Relawan menerjang sungai selebar 100 meter dengan kedalaman sepinggang orang dewasa.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pertamina Tembus Dusun Terpencil NTT, Pasokan Bantuan Logistik Tiba di Puncak Bukit
Mendagri Tito Karnavian melihat langsung salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, 17 Agustus 2026.

Aksi menembus benteng isolasi bencana ditunjukkan tim gabungan relawan Pertamina Patra Niaga, Pertamina Foundation, dan relawan lokal. Mereka menjadi pihak pertama yang berhasil menembus Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (25/8).

Dusun yang bertengger di puncak bukit dan berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok ini sebelumnya sama sekali belum tersentuh uluran tangan sejak hari pertama gempa mengguncang. Untuk mencapainya, para relawan bertaruh fisik menempuh perjalanan satu jam melintasi jalanan berbatu demi menyalurkan bantuan logistik secara langsung.

Perjuangan tersebut digambarkan oleh Erly Yeniska Hermitasari, salah satu relawan Pertamina Patra Niaga dari Regional Jatimbalinus. Ia menceritakan bagaimana tim harus memikul pasokan bantuan, mulai dari bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, hingga perlengkapan bayi dan menerjang sungai selebar 100 meter dengan kedalaman sepinggang orang dewasa.

"Setelah menyeberang sungai, kami harus menanjak lagi berjalan kaki sampai sandal basah hingga kering sendiri di jalan. Ternyata di atas sana ada area landai yang diisi sekitar 18 bangunan rumah. Posisi rumah mereka membentuk huruf 'U', dan di bagian tengahnya dibuatkan tenda darurat bersama untuk tidur anak-anak dan lansia,” ujar Erly.

Kondisi Memprihatinkan di Puncak Bukit

Pasokan Bantuan Logistik Tiba di Puncak Bukit
Pasokan Bantuan Logistik Tiba di Puncak Bukit

Dusun Watu Hedok dihuni oleh sekitar 45 kepala keluarga (KK) dalam situasi yang amat getir. Erly mengungkapkan, selain anak-anak dan lansia, terdapat pula penderita stroke yang membutuhkan penanganan medis mendesak. Penderitaan warga makin tertekan oleh ancaman gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat kembali menghentak.

"Cuaca di sana sangat ekstrem. Siang hari sangat panas dan malam hari sangat dingin seperti di puncak gunung. Warga tidak berani tidur di dalam rumah karena takut gempa susulan. Bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru dari Pertamina," tutur Erly.

Kedatangan tim relawan Pertamina Peduli disambut isolasi haru dan isak tangis warga yang telah hari demi hari pasrah menunggu bantuan. Salah seorang warga setempat, Rudoltus Wol, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas kehadiran para relawan di tengah masa tergelap mereka.

"Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami," ungkap Rudoltus.

Rekomendasi