Jakarta, 19 April 2026 – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya solidaritas sosial sebagai faktor kunci dalam mencapai dan mengoptimalkan bonus demografi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Jakarta pada Minggu, 19 April 2026, menyoroti warisan keberhasilan program keluarga berencana (KB) yang telah berjalan selama beberapa dekade.
Wihaji menjelaskan bahwa bonus demografi yang saat ini dinikmati bangsa merupakan hasil kerja keras dan visi jangka panjang dari program KB yang dibangun oleh generasi sebelumnya. Generasi baby boomers, khususnya, dikenal memiliki disiplin tinggi, ketaatan, serta semangat kebersamaan yang kuat dalam mendukung inisiatif tersebut.
Menurut Wihaji, solidaritas sosial menjadi elemen vital yang memungkinkan keberhasilan program KB pada masanya, terutama dalam mengumpulkan akseptor dan meyakinkan masyarakat tentang metode kontrasepsi. Fondasi ini kini menjadi pijakan untuk terus memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Fondasi Sejarah dan Pengakuan Internasional Program KB
Keberhasilan Indonesia dalam meraih bonus demografi tidak terlepas dari peran pionir seperti Prof. Haryono Suyono, Kepala BKKBN periode pertama, yang merintis program KB. Wihaji mengutip bahwa program KB di bawah kepemimpinan Prof. Haryono Suyono telah melahirkan struktur penduduk yang ideal, dengan mayoritas berada di usia produktif antara 14 hingga 65 tahun.
Prof. Haryono Suyono sendiri mengingatkan bahwa capaian program KB Indonesia telah mendapatkan pengakuan global. Pada tahun 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganugerahkan UN Population Award kepada Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kuat dalam menurunkan angka fertilitas secara signifikan, hingga lebih dari 50 persen.
Penghargaan internasional ini menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan program KB di Indonesia yang berhasil membentuk struktur penduduk yang lurus dan ideal. Capaian tersebut bukan hanya modal penting bagi pembangunan nasional, tetapi juga warisan berharga bagi generasi penerus dalam pembangunan kependudukan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Kemendukbangga Memperkuat SDM Berkualitas
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan pentingnya penguatan kembali program KB sebagai strategi utama untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Langkah ini juga bertujuan untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Pengendalian penduduk harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas SDM agar bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal. Kemendukbangga/BKKBN memperkuat pendekatan pembangunan berbasis keluarga melalui implementasi delapan fungsi keluarga.
Delapan fungsi keluarga ini menjadi fondasi utama pembangunan nasional, yang diharapkan dapat melahirkan generasi sehat, produktif, dan berdaya saing. Melalui upaya ini, Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Generasi dan Pembangunan Keluarga Berkelanjutan
Melalui kolaborasi lintas generasi serta penguatan kembali program keluarga berencana, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan bonus demografi. Fokus utama adalah pembangunan keluarga berkualitas yang berkelanjutan.
Penguatan delapan fungsi keluarga merupakan strategi pemerintah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat dan produktif, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Inisiatif ini secara langsung mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di seluruh pelosok negeri.
Kemendukbangga/BKKBN bertekad untuk tidak lelah membangun dan berdaya bersama-sama, memastikan bahwa setiap keluarga di Indonesia dapat menjadi pilar utama pembangunan nasional. Solidaritas sosial yang menjadi kunci di masa lalu akan terus dihidupkan untuk masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews