KPK Geledah 6 Titik di DPRD DKI, Termasuk Ruangan M Taufik Hingga Prasetyo Edi

KPK turut mengamankan barang bukti sejumlah dokumen dan bukti elektronik terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Pulogebang yang berlokasi di Jakarta Timur.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
KPK Geledah 6 Titik di DPRD DKI, Termasuk Ruangan M Taufik Hingga Prasetyo Edi
Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah menggeledah enam ruangan di Gedung DPRD DKI Jakarta. Dari enam ruangan itu, termasuk ruangan Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi dan anggota DPRD, M Taufik.

"Iya, lantai 10 dan temen-teman juga tahu di sana kan ada lantai 10 tadi saya sebutkan termasuk di lantai 2. Termasuk ketua DPRD, Prasetyo Edi," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (18/1).

Setidaknya ada enam tempat ruang kerja di Gedung DPRD DKI Jakarta di lantai 10, 8, 6, 4, 2 juga ruang kerja komisi C DPRD DKI Jakarta termasuk ruang staf-staf dari para anggota yang digeledah.

KPK turut mengamankan barang bukti sejumlah dokumen dan bukti elektronik terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Pulogebang yang berlokasi di Jakarta Timur.

"Dengan proses pembahasan dan persetujuan penyertaan modal. Pada perusahaan umum daerah SJ di DKI Jakarta yang kemudian dipergunakan salah satunya untuk pengadaan tanah di Pulo Gebang," ucapnya.

Sebelumnya, Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri membenarkan pihaknya menggeledah Gedung DPRD DKI Jakarta. Dia mengatakan, penggeledahan tersebut terkait kasus pengadaan tanah di Pulogebang.

"Benar ada kegiatan penggeledahan dimaksud terkait pengumpulan alat bukti dugaan korupsi pengadaan tanah di Pulogebang," kata Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (17/1).

Dia mengungkapkan, pihaknya akan mengumumkan perkembangan hasil temuannya.

"Perkembangannya akan kami sampaikan kembali," jelas Ali.

Rekomendasi