Wagub DKI Sebut Hibah Rp900 Juta untuk Bunda Pintar Indonesia Sesuai Prosedur

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, anggaran dana hibah Rp900 juta kepada organisasi Bunda Pintar Indonesia (BPI) sudah sesuai prosedur dan diajukan melalui Dinas Sosial DKI.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Wagub DKI Sebut Hibah Rp900 Juta untuk Bunda Pintar Indonesia Sesuai Prosedur
Wagub DKI Buka Kemungkinan Jalur Road Bike di GBK. ©2021 Merdeka.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, anggaran dana hibah Rp900 juta kepada organisasi Bunda Pintar Indonesia (BPI) sudah sesuai prosedur dan diajukan melalui Dinas Sosial DKI.

"Prinsipnya peruntukan dana hibah yang disusun teman-teman dinas itu pasti melalui suatu proses, tahapan, dan sesuai kebutuhan yang ada," kata Riza, Jumat (19/11) malam.

Anggaran kegiatan yang dialokasikan dalam RAPBD tahun 2022 itu legal dan ada dasarnya. Selain itu anggaran yang diajukan juga sudah berdasarkan kebutuhan.

"Apapun (programnya) punya alasan dan dasar, tidak mungkin tidak ada alasan, tidak ada aspek legal, itu tidak mungkin. Pasti ada aspek legalitasnya dan ada dasarnya," ucapnya.

Sebelumnya, perkumpulan Bunda Pintar Indonesia disorot lantaran menerima dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 900 juta. Jumlah itu tergolong fantastis ketimbang yayasan lain yang rata-rata hanya mendapat dana hibah Rp 25-50 juta.

Alokasi dana hibah itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2022.

Menanggapi hal itu, Humas Yayasan Bunda Pintar Indonesia, Dewi Yuniastuti menjelaskan bahwa BPI bukan sebuah yayasan, melainkan perkumpulan nonprofit yang diisi para guru atau pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Kita sudah berkegiatan dari 2014, terdaftar Kemenkumham, kita ada kok semuanya," kata Dewi kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Dewi lantas menjelaskan, kegiatan dari Bunda Pintar Indonesia, salah satunya mengadakan pelatihan gerakan mengajar seribu guru, lalu gerakan mengajar untuk generasi emas.

"Pokoknya yang berhubungan dengan pendidikan. Itu ditujukan ke anak-anak. Memang kita semua kader-kader dari RT, RW, PKK ada semua di situ," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti/Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi