Loloskan Interpelasi, PDIP DKI Lakukan Pendekatan Personal ke Anggota Lain Fraksi

"Kita berharap agar kepentingan rakyat didahulukan dari sekadar balapan. Pembalap juga tidak kita ketahui siapa yang hendak dipromosikan jadi pembalap internasional," tutup Gilbert.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Loloskan Interpelasi, PDIP DKI Lakukan Pendekatan Personal ke Anggota Lain Fraksi
Gedung Baru DPRD DKI Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan interpelasi Formula E masih bergulir. Dia mengaku sedang melakukan pendekatan personal dengan anggota fraksi lain agar mendukung interpelasi Formula E.

"Saat ini sedang dilakukan pendekatan personal sesama anggota lain fraksi, juga pendekatan formal lewat fraksi," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/9).

Gilbert memastikan interpelasi Formula E akan didorong ke sidang paripurna DPRD DKI Jakarta. Sidang paripurna digelar setelah rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI.

Mantan Wakil Ketua Regional South East Asia Regional Office International Agency for Prevention of Blindness WHO ini menyebut jadwal rapat Bamus belum ditentukan. Sebab, anggota DPRD DKI sedang melakukan kegiatan reses dan sosialisasi peraturan daerah (sosper).

"Semua anggota masih sibuk dengan kegiatan reses dan sosper, karena jadwalnya ketat. Ini akan dibawa ke paripurna setelah bamus," jelasnya.

Gilber berharap, pembahasan interpelasi Formula E mengedepankan kepentingan rakyat.

"Kita berharap agar kepentingan rakyat didahulukan dari sekadar balapan. Pembalap juga tidak kita ketahui siapa yang hendak dipromosikan jadi pembalap internasional," tutup Gilbert.

Fraksi PDI Perjuangan dan fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan hak interpelasi Formula E yang akan digelar pada Juni 2022 mendatang. Usulan interpelasi ditandatangani oleh 33 anggota dewan dari dua fraksi itu, yakni 25 anggota dari PDI-P dan 8 anggota PSI.

Namun, interpelasi ini ditolak tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta. Tujuh fraksi tersebut adalah Golkar, PKS, Demokrat, PAN, NasDem, Gerindra, dan PKB-PPP.

Rekomendasi