Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengingatkan kondisi di Jakarta masih belum baik. Dibuktikan dengan kasus Covid-19 yang terus meningkat.
"Supaya lebih hati-hati pekan ini, kita tahu Jakarta masih dalam kondisi belum baik, pandemi gelombang kedua masih menghadapi Jakarta," kata Anies kepada wartawan, Sabtu (26/6).
Ia menyebut, untuk kasus aktif dan yang melakukan isolasi mandiri sudah lebih dari 40 ribu.
"Kemarin hari Kamis Jakarta mengalami rekor kasus harian tertinggi sampai ada 7.505 kasus baru, dan Jumat 6.934 kasus baru. Jadi kasus aktif di Jakarta jumlah orang positif dan isolasi mandiri jumlah kasus aktif lebih dari 40 ribu dan masih naik angkanya," sebutnya.
Ia mengungkapkan, pada gelombang pertama pandemi hanya mencapai angka 27 ribu saja. Sedangkan pada gelombang kedua pandemi ini, justru mencapai angka 40 ribu.
"Jadi angkanya cukup tinggi dan kita semua berusaha untuk kerja keras mengamankan keselamatan warga DKI Jakarta, bahkan testing kita di Jakarta sudah naik 13 setengah kali lipat dari standar WHO jadi sangat tinggi," ungkapnya.
"Bahkan kalau dihitung proporsi Indonesia 40-45 persen dari testing yang ada di Indonesia itu dilakukan di Jakarta," sambungnya.
Tambah Kapasitas Rumah Sakit
Ia menyebut, dengan meningkatkan kasus pandemi Covid-19. Pihaknya pun menambah jumlah atau kapasitas yang ada di setiap Rumah Sakit.
"Rumah sakit juga begitu kapasitasnya terus dinaikan, jauh di atas kapasitas RS ketiga gelombang pertama kemarin. Bahkan sekarang ini kita harus menggunakan tenda darurat di halaman depan RS, jadi kalau kapasitasnya sudah terbatas warga datang diperiksa pakai tenda itu," sebutnya.
"Kalau kita tidak menaikan kapasitas RS, mungkin kemarin kita sudah penuh 100 persen sudah kolaps," tambahnya.
Namun Anies bersyukur, dengan adanya penambahan kapasitas tersebut bisa dapat menangani para pasien. Akan tetapi, meski sudah ditambahnya kapasitas rumah sakit. Bertambah pula kasus aktif Covid-19.
"Tapi Alhamdulillah dengan penambahan kita tertangani, tapi penanganan ini seperti berlomba di satu sisi kita menambah RS tapi juga jumlah kasunya bertambah terus," ucapnya.
"Saat ini RS Nagrak, Rusun Pasar Rumput disiapkan menampung mereka yang isolasi, dan pengawasan tempat-tempat dilakukan oleh polisi-TNI. Keterisian RS idealnya di bawah 60 persen tapi sekarang situasi berhadapan dengan 90 persen," tutupnya.