Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memberikan saksi terhadap 32 gerai McDonald's lantaran melanggar protokol kesehatan. Pelanggaran protokol dilakukan 32 gerai McDonald's itu menyusul promo paket BTS Meal sehingga driver ojek yang membelikan orderan konsumen mengantre hingga menimbulkan kerumunan.
"Tercatat ada 32 gerai yang dikenakan sanksi dan ada 2 gerai yang pada saat pengawasan tidak ditemukan pelanggaran," kata Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin saat dihubungi, Rabu (9/6).
Dia mengatakan, 32 gerai tersebut ditemukan melakukan pelanggaran protokol kesehatan sesuai Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengendalian Covid-19. Aturan itu menyebutkan bahwa setiap pengelola tempat usaha wajib melaksanakan pengaturan jaga jarak antar konsumen hingga pembatasan kapasitas hingga 50 persen.
"Dan mengusahakan tidak terjadinya kerumunan di lokasi," ucap dia.
Arifin mengungkapkan bahwa 32 gerai itu terdapat di sejumlah wilayah. Seperti enam gerai di Jakarta Pusat. Enam di Jakarta Barat. Lima di Jakarta Utara. Sembilan di Jakarta Selatan dan enam di Jakarta Timur.
Dia menambahkan, 32 gerai tersebut mendapatkan sanksi yang berbeda. Mulai dari teguran tertulis hingga penutupan sementara.
"Kalau yang di denda administrasi enggak ada," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan gerai McDonald's di pelbagai cabang DKI Jakarta dibanjiri para penggemar boy band asal Korea Selatan, BTS. Mereka hendak menikmati BTS Meal. Tak ayal, kerumunan terjadi di tengah situasi pandemi Covid-19. Polisi menyatakan, bakal melayangkan surat panggilan kepada pengelola McDonald's untuk dimintai keterangan.
"Akan diundang untuk klarifikasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (9/6).
Yusri menyampaikan, kerumunan salah satunya nampak di McDonald's Jalan Tambak, Pegangsaan, Jakarta Pusat pada pukul 14.00 WIB. Yusri menyebut, pihak kepolisian lantas turun ke lokasi dan meminta keterangan manajer.
"Adanya kerumunan para ojol, menurut keterangan dari manajer di situ memang ada promo makanan varian baru BTS Meal. Ini yang mengakibatkan para ojol yang memesan makanan sehingga terjadi kerumunan di tempat tersebut," ujar dia.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com