Banyak Warga Ngotot Ziarah Kubur, Gubernur Anies Akan Tambah Petugas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi masih banyaknya peziarah yang mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) meski sudah dilarang. Dia menyatakan akan menambah petugas agar tidak kewalahan menghadapi massa.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Banyak Warga Ngotot Ziarah Kubur, Gubernur Anies Akan Tambah Petugas
Sejumlah warga tetap ziarah kubur meski ada larangan. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi masih banyaknya peziarah yang mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) meski sudah dilarang. Dia menyatakan akan menambah petugas agar tidak kewalahan menghadapi massa.

"Nanti petugas kita akan diperbanyak," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (14/5).

Anies menegaskan sampai hari ini makam masih ditutup hingga 16 Mei mendatang. Kebijakan ini demi mengantisipasi kerumunan terjadi di TPU.

"Ditutup nanti akan ditegaskan kembali kawasan ziarah masih ditutup," kata dia.

Sebelumnya, banyak warga tetap berziarah saat Hari Raya Idulfitri. Meski Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan larangan untuk ziarah kubur pada 12-16 Mei 2021.

Bahkan kericuhan sempat terjadi di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, akibat para peziarah memaksa masuk.

"Iya benar (tadi sempat ricuh)," kata Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat saat dihubungi, Jumat (14/5).

Karena itu, lanjut dia, pihak TPU sempat memperbolehkan para warga untuk berziarah.

"Jumlahnya banyak, ada seratusan kali yang coba, daripada nanti diprovokasi yang enggak-enggak jadi akhirnya diberikan masuk," ujarnya.

Kendati begitu, Tamo menyatakan, petugas terus melakukan pengawasan terkait protokol kesehatan yang ada.

"Kita ingatkan supaya ziarahnya dipercepat gitu, enggak usah ngobrol-ngobrol lagi, selesai ziarah langsung pulang, enggak berkumpul-kumpul," jelas dia.

Rekomendasi