Tak Dapat Dana Hibah, Lulung Urunan Adakan Festival Budaya Betawi

Politikus PAN itu mengatakan baru tahun ini saja Bamus Betawi tidak mendapat dana hibah. Nilai hibah di tahun-tahun sebelumnya, kata Lulung, meningkat secara bertahap dimulai dari Rp200 juta, Rp500 Juta.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Tak Dapat Dana Hibah, Lulung Urunan Adakan Festival Budaya Betawi
Abraham Lunggana Lulung. ©2019 Merdeka.com/Yunita Amalia

Ketua Bamus Betawi Abraham Lunggana (Lulung) menemui Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah di kantornya untuk membahas dana hibah Bamus Betawi yang tak dianggarkan pada APBD 2020.

Kepada Saefullah, Lulung mafhum ketiadaan dana hibah untuk Bamus Betawi lantaran anggaran Provinsi sedang defisit. Untuk menggerakan segala agenda Bamus, Lulung mengatakan sejumlah organisasi masyarakat Betawi melakukan urunan.

"Saya mengerti anggaran DKI sedang defisit. Saya bilang (kepada Sekda Saefullah) saya siap tidak menerima hibah tahun ini, dan saya siap dengan uang saya dan teman-teman saya siapkan buat program Bamus Betawi tahun 2020 sebesar Rp10 miliar," ujar Lulung, Jakarta, Kamis (26/12).

Politikus PAN itu mengatakan baru tahun ini saja Bamus Betawi tidak mendapat dana hibah. Nilai hibah di tahun-tahun sebelumnya, kata Lulung, meningkat secara bertahap dimulai dari Rp200 juta, Rp500 Juta.

Lebih lanjut, ia menuturkan tetap menjalankan segala agenda kegiatan festival budaya Betawi dari hasil urunan. Ada beragam rangkaian agenda budaya Betawi.

Bulan pertama, kegiatan festival tabungan umroh untuk masyarakat Bamus Betawi. Bulan kedua, festival palang pintu. Bulan ketiga, festival kerak telor. Bulan keempat, festival kampung Betawi. Bulan kelima lebaran Betawi.

"Jadi kita tidak pernah mau berhenti untuk menjalankan program sesuai Perda nomor 4 tahun 2015. Artinya di situ juga ada kelestarian budaya Betawi kemudian ada pergub 18 19 festival seni budaya sepanjang tahun," tandasnya.

Rekomendasi