Lahan Bekas Penggusuran di Sunter akan Ditanami Pohon Tabebuya

Penanaman pohon tabebuya direncanakan setelah penataan lahan selesai. Diperkirakan penataan setelah penggusuran itu selesai pada awal tahun 2020.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Lahan Bekas Penggusuran di Sunter akan Ditanami Pohon Tabebuya
Pemasangan turap di Danau Sunter Selatan. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Pemprov DKI Jakarta menertibkan bangunan liar di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Kecamatan Tanjung Priok. Lahan itu akan beralih menjadi taman yang akan ditanami pohon tabebuya.

Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara, Putut Widya Martata, mengatakan 50-60 pohon tabebuya akan ditanam di lokasi itu.

"Rencananya kami akan tanam tabebuya kuning di sepanjang jalan ini. Jarak antar pohon sekitar lima meter," kata Putut saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (19/11).

Penanaman pohon tabebuya direncanakan setelah penataan lahan selesai. Diperkirakan penataan setelah penggusuran itu selesai pada awal tahun 2020.

"Nanti setelah itu, penataan baru kami tanam pohon kembali. Bekerjasama dengan Sudin Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk melihat peta lahan kosong untuk media tanam," ucapnya.

Warga Digusur Minta Solusi Anies

Untuk diketahui, penggusuran sudah dilakukan 1.500 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP dan PPSU dilakukan pada Kamis, 14 November 2019. Saat ini puluhan warga korban penggusuran masih bertahan di puing-puing bangunan bekas rumah mereka.

Seorang ibu bernama Nur, menangis menceritakan kondisinya pascapenggusuran. Dia menitipkan pesan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita sudah betah di sini Pak Gubernur, gimana ini pak solusinya? Kasih saja sedikit tempat Pak buat anak kami," tutup Nur.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi