Organda sebut ada mobilisasi untuk demo angkot di Tanah Abang

Terkait penutupan Jalan Jatibaru Raya, Organda setuju karena saat ini masih dalam tahapan uji coba dalam rangka penataan kawasan Tanah Abang. Ke depan, kata Shafruhan, pihaknya akan melihat sejauh mana dampak atau efektivitas penutupan jalan tersebut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Organda sebut ada mobilisasi untuk demo angkot di Tanah Abang
Demo sopir angkot di Tanah Abang. ©2018 Merdeka.com/Genan

Para sopir angkot yang beroperasi di Tanah Abang berdemo menuntut Pemprov DKI Jakarta membuka Jalan Jatibaru Raya. Kebijakan penutupan jalan yang untuk mengakomodir PKL dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB itu dinilai merugikan para sopir angkot.

Namun menurut Organisasi Angkutan Darat (Organda), ada oknum yang diduga menggerakkan para sopir angkot untuk berdemo. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, Selasa (30/1).

"Kita undang sopirnya. Kita tanya sopirnya. Dia merasa diancam," ujarnya. Namun Shafruhan tak menyebut siapa oknum yang menggerakkan para sopir apakah dari internal Organda atau pihak lain.

Shafruhan mengatakan, Organda bertemu dengan para sopir angkot akhir pekan kemarin. Dari pertemuan itu dia mengetahui para sopir tak ingin melakukan demonstrasi.

"Sabtu-Minggu yang lalu itu jadi sudah kita kumpulkan pengemudi-pengemudi M08, M10, mereka sebenarnya tidak mau ada demo," ujarnya.

Penataan Tanah Abang juga menurutnya sebagai upaya membantu pengemudi. Mengingat arus lalu lintas di kawasan itu cukup padat dan tingkat kemacetan cukup tinggi.

"Kerugian yang diterima oleh pengusaha maupun pengemudi itu adalah waktu, uang karena bahan bakar lebih banyak yang keluar, sama energi," jelasnya.

Operasional Transjakarta atau Tanah Abang Explorer dinilai cukup membantu mengurai kemacetan dan warga yang juga terbantu. "Jadi kalau (Transjakarta) itu dihilangkan juga, sebenarnya yang tersiksa masyarakat. Jalan cukup jauh," ujarnya.

Terkait penutupan Jalan Jatibaru Raya, Organda setuju karena saat ini masih dalam tahapan uji coba dalam rangka penataan kawasan Tanah Abang. Ke depan, kata Shafruhan, pihaknya akan melihat sejauh mana dampak atau efektivitas penutupan jalan tersebut.

"Namanya juga uji coba. Kita lihat. Kita evaluasi beberapa waktu. Tapi belum final evaluasi sudah ada demo," ujarnya.

Persoalan di jalan itu, lanjutnya, bukan hanya soal transportasi, tapi juga PKL. "Tapi ini persoalan PKL yang dikaitkan dengan transportasi," kata dia.

Organda hari ini bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno. Dalam pertemuan itu dibahas juga soal rencana penataan ulang semua rute angkutan umum. Tujuannya agar kebijakan tersebut menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Rekomendasi