Kendati Pemprov DKI Jakarta menyetujui kenaikan tunjangan transportasi, namun Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyarankan agar para anggota DPRD tidak membeli mobil baru. Sebaiknya, menurut Djarot, para anggota Dewan ini menyewa atau menggunakan jasa leasing (penyewaan)."Kalau untuk pembelian mobil baru sebaiknya tidak beli, sebaiknya kita leasing saja," cetusnya, Rabu (4/10).Tak hanya bagi anggota Dewan, eksekutif yang mendapat alokasi anggaran pembelian mobil baru juga disarankan hal yang sama. "Dianggarkan mobil baru, saya bersama eksekutif sama Pak Sekda kalau bisa enggak usah beli. Leasing saja, yang sesuai kita sewa. Kalau Ketua Dewan kan sudah ada mobilnya," jelasnya.Salah satu syarat kenaikan tunjangan transportasi dewan ialah mobil dinas harus segera dikembalikan. Djarot pun meminta setelah 101 unit mobil dikembalikan, harus segera dilakukan lelang terbuka oleh Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD).Lelang tersebut kata Djarot dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Pemprov DKI Jakarta. "Dengan cara seperti itu maka akan menjadi salah satu penghasilan BPAD kita," ujarnya.Jika pun disimpan lama, nilai mobil terus menurun setiap tahunnya.
Djarot saran anggota DPRD tak beli mobil usai tunjangan transportasi naik
Djarot saran anggota DPRD tak beli mobil usai tunjangan transportasi naik. Sebaiknya, menurut Djarot, para anggota Dewan ini menyewa atau menggunakan jasa leasing (penyewaan).