Bunuh anak masih usia tiga bulan, ayah dites psikologi

Bunuh anak masih usia tiga bulan, ayah dites psikologi. FA membunuh anaknya lantaran kesal mendengar anaknya terus menangis. Sontak ia langsung menyekap wajah putrinya itu dengan bantal hingga meregang nyawa.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Bunuh anak masih usia tiga bulan, ayah dites psikologi
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Kejadian ayah bunuh anak kandungnya terjadi di Kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (8/8). Sang ayah yang diketahui berinisial FA (27) membunuh bayi perempuannya berinisial KAA yang masih berumur tiga bulan. FA membunuh anaknya lantaran kesal mendengar anaknya terus menangis. Sontak ia langsung menyekap wajah putrinya itu dengan bantal hingga meregang nyawa.Akibat ulahnya itu, FA kini diamankan oleh pihak kepolisian. Kini FA juga tengah menjalani pemeriksaan psikologis di Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Metro Jaya."Iya betul kami periksa di bagian psikologi untuk dicek kondisi kejiwaan," kata Kapolsek Kelapa Gading, Arief Fazrulrahman, saat di konfirmasi wartawan, Kamis (10/8).Menurutnya Arief, FA tidak melakukan itu karena merasa depresi. Melainkan karena emosi sesaat. "Dia melakukan itu karena emosi. Emosi yang timbul karena kondisi dia yang capek mengasuh anak sendiri, karena dia kurang tidur. Lalu si anak ini menangis, ditenangkan enggak bisa, menangis lagi, coba ditahan seperti menutup mulutnya tetapi menangis lagi, dia enggak sabar dan emosi dan kepala bayi ditutup bantal," ungkapnya. Selain menjalani proses pemeriksaan psikologis, sebelumnya FA juga melakukan urine. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah FA memiliki kecenderungan sebagai pengguna narkotika. "Kalau dari ketergantungan narkoba, kami baru melakukan pengecekan secara tespek yang praktis. amphetamine dan metaphine itu nihil . Ini kami mau cek lagi darahnya, apakah memang punya riwayat narkotika atau tidak. Ini masih kami dalami," paparnya. Dari hal pemeriksaan psikologis ini, pihak kepolisian hanya ingin mengetahui mengenai kecenderungan sifat dari FA. Namun dari hasil pemeriksaan ini belum bisa secara pasti menggugurkan status tersangka dari FA. "Tetapi kalau cuma kecenderungan-kecenderungan yang sifatnya bukan penyakit, seperti cenderung tenang, cenderung agresif itu tak menguburkan pemidanaan yang disangkakan ke dia. Kecuali kalau dua gangguan jiwa atau skizofrenia," pungkasnya.

Rekomendasi