Ada pemandangan berbeda di depan Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (2/12). Penjagaan di kantor Gubernur DKI tergolong longgar. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono sengaja tidak memperketat penjagaan Balaikota.
Bukan tanpa alasan, dia yakin aksi doa bersama 2 Desember yang terpusat di Lapangan Monas bakal berjalan tertib dan aman. Menurutnya, peserta aksi hanya ingin menyampaikan aspirasi dan beribadah bersama, bukan membuat onar dan kerusuhan. Sehingga tidak perlu ada penjagaan berlebihan.
"Saya pasang di Balai Kota hanya ibu-ibu Satpol PP saja dan tidak membawa pentungan," kata Sumarsono, di Balai Kota, Jumat (02/12).
Penjagaan di Balai Kota kali ini jauh berbeda dengan yang diterapkan pada saat menghadapi aksi 4 November. Kali ini tidak ada pasukan Brimob yang membentuk pagar betis di depan Balai Kota.
"Mari kita sama-sama menjaga keamanan. Menyampaikan aspirasi dengan damai dan tertib," ujarnya.
Sumarsono menilai aksi ini sebagai bagian pelaksanaan undang-undang di mana negara menjamin kebebasan menyampaikan pendapat.
"Setelah salat Jumat ini kan mereka kembali menyebar keluar, inilah kemudian yang harus diwaspadai jangan sampai terprovokasi, terpicu dan ditunggangi serta dimanfaatkan oleh kelompok lain untuk tujuan yang lain yang akhirnya menodai tujuan awal dari doa bersama ini," ucapnya.