Di era modern seperti saat ini, masih terselip sebuah kepercayaan mistis yang dipercaya segelintir penduduk Indonesia. Tak sedikit masyarakat yang mengandalkan kekuatan dari alam gaib dalam mencari penyelesaian dari sebuah masalah, seperti menggunakan jasa dukun atau orang pintar.
Biasanya, seorang dukun diminta bantuannya untuk mencari orang hilang. Begitu diberi sebuah 'petunjuk' tentang keberadaan seseorang yang dicari, para pengguna jasa dukun biasanya langsung mendatangi lokasi tersebut, terlepas dari akurat atau tidaknya 'penerawangan' yang didapati si punya kekuatan.
Sebagai contoh yang dilakukan oleh pasangan Budiyanto dan Choiriah. Suami istri ini tengah dilanda kekhawatiran. Pasalnya, Nurria Puji Lestari si buah hati tak kunjung kembali ke pelukan mereka.
Remaja berusia 16 tahun itu pergi pamit mengunjungi rumah temannya. Namun, beberapa saat kemudian Nurri mengirimkan pesan kepada orang tuanya yang berisi dirinya sedang bersama seseorang yang tak ia kenal. Nurri pun meminta pertolongan.
"Keponakan saya namanya Nuri. Kemarin jam 10 pagi mau berangkat ke rumah temennya dari Rancho Indah ke Pasar Minggu. Dia naik angkot S15," ujar Herman, paman korban.
"Setelah itu dia SMS sekali ke orang tuanya. 'Ma, Pa Tolongin Nuri. Nuri takut. Ini Nuri sedang sama perempuan ngga Nuri kenal. Lagi di rumah kosong lantai 2'. Kira-kira begitu SMS ke orang tuanya," ujar Herman seraya menirukan isi SMS yang dikirimkan Nurri.
Advertisement
Usai mengirimkan SMS tersebut, lanjut Herman, ponsel korban langsung tidak dapat dihubungi lagi. "Setelah itu nggak aktip nomornya," ujarnya.
Pelbagai daya upaya dilakukan pihak keluarga. Mulai dari melapor ke kepolisian setempat hingga meminta pertolongan dukun atau orang pintar.
"Kemarin jam 13.00 saya lapor ke Polsek Pasar Minggu tapi belum ditanggepin karena belum 24 jam. Semalem saya sama orang tua Nuri buat laporan dari jam 11 malem sampe 1 pagi," jelasnya.
Usaha keluarga tak berhenti sampai di situ. Keluarga pun ikut mencari keberadaan Nurri. "Keluarga sudah nyari ke Cibubur, Cijantung, Condet, Kalibata, Pasar Minggu. Ke temen-temennya juga udah. Kemarin buat laporan sama temennya yang rumahnya mau dia samperin," bebernya.
Sementara itu, sang ibunda mendatangi dukun menanyakan keberadaan anaknya itu. "Kata orang pinter kenalan saya, anak saya lagi di bawa ke Citayam, Depok,' ujar Choiriah.
Sebelum mengungkapkan jika Nurri sedang berada di Citayam, lanjut Choiriah, keberadaan korban terlacak sedang berada di sebuah rumah kosong daerah Kalibata-Pasar Minggu.
"Kata orang pinter juga dia di rumah kosong daerah Pasar Minggu-Kalibata. Feeling aku ada yang mau ambil handphone sama laptopnya. Kaya dihipnotis gitu. Ciri-cirinya pake jilbab warna ungu, baju ungu kotak-kotak, celana jeans, sepatu kets, tas ransel ungu," jelas Choiriah.