Kondisi KT (12), bocah yang dianiaya 3 anggota Marinir berangsur membaik. Meskipun dia mengalami geger otak dan kelainan di bagian organ tubuhnya.Saat dibesuk Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh di RS Prikasih, KT juga sudah bisa menceritakan penganiayaan yang dialaminya. Dia mengatakan pelaku berjumlah tiga orang."Katanya pelaku berinisial Y , I dan B," jelas Asrorun, kepada wartawan di RS Prikasih, Jakarta, Rabu (13/1).KT dianiaya karena dituduh mencuri. Padahal tuduhan itu tak terbukti. Dikarenakan tidak terbukti, mereka baru meminta maaf pada KT yang sudah lebam."Dia dikasih uang Rp 100.000 untuk beli Betadine," tambahnya.Dia menilai perbuatan tiga prajurit TNI sungguh memalukan. Dia makin geram karena ketiganya seolah tak merasa bersalah dengan memberikan uang Rp 100.000."Itu menistakan dan merendahkan martabat anak kecil," kecamnya.Untuk diketahui, KT, bocah berusia 12 tahun dipukuli lantaran dituduh mencuri burung warga komplek Marinir yang belum diketahui identitasnya tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, KT mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya. Salah satunya di bagian punggung dan bibir."Dipukuli pakai selang air. Yang mukulin tiga orang ganti-gantian dan pegangin pelan satu-satu. Dipukul ke belakang. Rambut dijambak dan ditodong belati," kata KT kepada merdeka.com saat ditemui di Rumah Sakit Prikasih, Jakarta Selatan, Selasa (12/1).
Usai dipukuli Marinir, bocah KT diberi Rp 100 ribu untuk beli obat
"Itu menistakan dan merendahkan martabat anak kecil," kecamnya.
Advertisement
Rekomendasi