Punya izin KKP, Ahok yakin proyek reklamasi tak bahayakan biota laut

"Ini sudah ada kajian menteri LHK dari tahun 1995," kata Ahok.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Punya izin KKP, Ahok yakin proyek reklamasi tak bahayakan biota laut
Ahok. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membantah pandangan miring sejumlah pihak yang mengatakan bahwa matinya jutaan ikan di pinggiran pantai Ancol pada Sabtu, (30/11) karena proyek reklamasi.Pria yang akrab disapa Ahok ini menegaskan bahwa proyek reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta itu telah memiliki izin dan payung hukum yang kuat dan jelas, yakni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. "Karena ini reklamasi 17 pulau, kamu dengar enggak waktu saya membacakan Raperda pesisir? Ini sudah ada kajian menteri LHK dari tahun 1995. Bahkan menentukan posisi pulau, jumlah pulau itu melalui kajian oleh pemerintah pusat. Bukan saya lho yang menentukan 17 pulau lho," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (2/12).Dia bahkan mengklaim bahwa dalam rencana proyek tersebut, pihaknya juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Meski KKP juga menuding reklamasi adalah penyebab ikan-ikan itu mati."Termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan semua jelas. Kamu lihat aja pidato saya nanti diupload, ada diopen data kan," jelasnya.Mantan Bupati Belitung Timur ini mencoba membeberkan bahwa ikan-ikan beragam jenis yang mati itu hanya di kawasan pantai Ancol, sedangkan di daerah Teluk Jakarta kondisinya baik-baik saja.Ia menambahkan agar semua pihak menunggu hasil uji laboratorium dari sampel bangkai ikan dan air yang sedang diteliti Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia."Anda KKP kalau bilang perlawanan, mari duduk bareng. Terus saya tanya, yang di Teluk Jakarta mati enggak ikannya? Enggak. Yang mati kan yang di pantai nih. Yang kecil-kecil mati karena kekurangan oksigen. Ini kamu percaya sama LIPI enggak? Ini lembaga ilmu pengetahuan Indonesia loh, aku gak tau lagi deh. Kalau kita gak percaya lagi sama LIPI, lalu siapa yang mau dipercaya? Saya angkat tangan kalau gitu," tegasnya.

Rekomendasi