Deretan kasus pembunuhan heboh di kehidupan malam Kemang

Selain menyajikan kuliner yang lezat dan beragam, tempat ini juga menyediakan hiburan malam yang didominasi oleh cafe.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Deretan kasus pembunuhan heboh di kehidupan malam Kemang
Lokasi bar tempat keributan. ©2015 Merdeka.com

Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dikenal sebagai salah satu tempat berkumpul anak-anak muda di Jakarta. Selain menyajikan kuliner yang lezat dan beragam, tempat ini juga menyediakan hiburan malam yang didominasi oleh cafe dan kelab malam.Sayangnya, kehidupan malam ini kerap membawa pengaruh buruk bagi masyarakat. Banyak terjadi keributan hingga adanya peristiwa pembunuhan sejumlah orang.Seperti kasus penusukan seorang pemuda bernama Franky setelah terlibat perkelahian dengan R, di depan kantor Bank Mandiri di Jalan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (15/10) pagi. Akibatnya, mengembuskan napas terakhir saat dilarikan menuju RS Pertamina."Korban mengalami penganiayaan berat sampai meninggal," ungkap Kasubbag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin.Pelaku akhirnya ditangkap di indekos di Tangerang tanpa ada perlawanan. "Alhamdulillah sudah ditangkap, tanpa perlawanan inisial R," kata Kapolsek Mampang, Kompol Priyo Utomo Teguh, saat dihubungi terpisah oleh merdeka.com.Selain Franky, penusukan juga pernah terjadi di Venue Bar and Lounge yang menewaskan aktivis lingkungan dari Sawit Watch, Jopi Peranginangin. Pelaku penusukan pun diketahui merupakan Praka J, anggota TNI AL.Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). "Ya, oknum TNI, itu kan Pomal. Kita cari tahu siapa tersangka sebenarnya. Itu akan dapat dari pengumpulan alat bukti, petunjuk berupa keterangan saksi dan dari sisi TV," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal, Senin (25/5).Jopi meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah bayonet/sangkur sang prajurit ditancapkan ke bahu kanan belakang tembus ke paru-paru. Dokter menjelaskan keadaan kritis karena luka tusuk kena paru-paru, diindikasikan ada pendarahan massif, ada luka di paru, hemoglobin baik, acid tinggi dan sel darah putih turun.Namun, bukan kedua kasus itu saja yang pernah terjadi di Kemang. Pada November 2011, seorang siswa Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin dibunuh di Shyrooftop Kemang, Jakarta Selatan. Raafi diduga dikeroyok oleh kelompok Sher Muhammad Febry Awan.Sayangnya, Febry bersama lima rekannya dipreasure oleh 30 orang anggota polisi untuk mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan untuk mendapat pengakuan.Bahkan menurut salah satu kuasa Febry, Endy Martono, saat mereka dihadirkan dalam rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kliennya juga masih dicecar dengan berbagai pertanyaan untuk mengakui sebagai orang yang melakukan tindakan keji itu."Di lokasi rekonstruksi mereka dicecar dengan berbagai pertanyaan yang sangat memojokan agar mengakui sebagai orang yang melakukan perbuatan keji tersebut," jelas Endy.Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akhirnya memvonis bebas Febry pada Agustus 2012, setelah saksi-saksi yang dihadirkan selama persidangan nyatanya cukup membuktikan bahwa dirinya memang tak ada sangkut pautnya dalam pembunuhan tersebut.

Rekomendasi