Operator pasrah, Ahok larang APTB layani rute tengah kota

Mayasari Bakti tak mempermasalahkan bus hanya dapat masuk sampai ujung jalan Jakarta.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Operator pasrah, Ahok larang APTB layani rute tengah kota
Peluncuran APTB di Halte Slipi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan evaluasi atas kebijakan angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB). Sebab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginginkan bus penghubung tersebut tidak masuk ke tengah kota.Direktur Utama Mayasari Bakti Arifin Azhari pasrah dengan kebijakan Ahok. Dia mengatakan, pihaknya siap mengikuti segala aturan yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Mayasari Bakti sendiri merupakan salah satu operator APTB."Pemprov DKI punya kebijakan atau yang dilahirkan. Saya sih nurut saja. Karena saya punya keyakinan apapun kebijakan yang dibuat untuk kemanfaatan operator, masyarakat dan pemerintah," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (9/1).Dia menambahkan, jika busnya hanya dapat masuk sampai ujung jalan Jakarta, tidak menjadi masalah. Karena selama ini, trayek Mayasari Bakti selalu masuk ke tengah Jakarta, seperti Tanah Abang-Bekasi, Grogol-Cibinong, Blok M-Cilengsi, Pulogadung-Tangerang dan Kalideres-Cikarang."Biasa ngambil penumpang tidak di jalur Transjakarta. Selebihnya ada yang naik dan turun di halte Transjakarta," ungkap Arifin.Untuk tarif bus APTB sendiri, dia menambahkan, masyarakat tetap diwajibkan membayar dua kali ketika melintasi halte Transjakarta. Tarif awal sebesar Rp 5.000 dan ketika masuk bus Transjakarta kembali dipungut biaya sebesar Rp 3.500.

Rekomendasi