Jokowi: Tak logis harga tanah waduk di Ciawi Rp 15 juta/meter

Jokowi tidak akan membatalkan rencana pembangunan waduk tersebut.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Jokowi: Tak logis harga tanah waduk di Ciawi Rp 15 juta/meter
Kali Ciliwung. ©2014 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai permintaan warga Kecamatan Ciawi dan Kabupaten Bogor yang meminta harga tanah sebesar Rp 15 Juta per meter untuk lahan pembangunan waduk Ciawi tidak masuk akal. Menurut dia, harga tersebut sudah jauh melampaui Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ada di kawasan tersebut.Jokowi mengatakan saat ini NJOP yang ada di Ciawi berada pada kisaran Rp 300.000 per meter. Untuk itu, dia akan mengecek kembali harga yang pantas untuk pembebasan lahan tersebut."Kita itu kan pegang NJOP-nya, saya ndak usah bilang berapa. Artinya, kalau naik 10-20 persen dari NJOP masih bisa lah. Kalau harga Rp 300.000, tiba-tiba jadi Rp 15 Juta itu gimana? Logis ndak?," ujar Jokowi di Balai Kota, Jumat (21/2).Walaupun harga tanah di lokasi tersebut naik tinggi, Jokowi tidak akan membatalkan rencana pembangunan waduk tersebut. Lantaran, lokasi tersebut paling ideal untuk dibangun waduk. Jokowi pun meminta bantuan Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk menyelesaikan masalah tersebut."Karena bukan wilayah saya. Nanti Pak Bupati Bogor yang membantu melakukan pendekatan ke warganya. Karena lokasi yang paling pas di situ, karena telah melalui kajian," pungkas dia.Waduk Ciawi dan Sukamahi akan dibangun pada tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun dari APBN pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Pemprov DKI akan melakukan pembebasan lahan mulai tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun.Jokowi yakin keberadaan kedua waduk tersebut sangat penting untuk mengurangi debit air dari kawasan hulu yang kerap kali mengakibatkan banjir di Jakarta. Dengan waduk itu, aliran air dapat dibelokkan ke waduk dan dapat menjadi potensi sumber air baku di wilayah itu. Pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi diprediksi rampung pada 2018.

Rekomendasi