Sopir demo di Terminal Lebak Bulus , sebagian loket tutup

Dishub memberi solusi memecah mereka ke tiga terminal yakni Kalideres, Pulogadung dan Kampung Rambutan.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Sopir demo di Terminal Lebak Bulus , sebagian loket tutup
Terminal lebak bulus. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Ratusan pendemo yang meliputi karyawan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), kuli panggul, tukang parkir hingga penjaga kios, melakukan demo. Sejumlah loket pemesanan karcis juga terlihat tak melayani penjualan tiket."Loket (penjualan tiket) bus luar kota memang tutup. Tidak ada yang jual tiket," ujar Iwan, salah satu Pengusaha Otobus (PO) Ramayana, saat ditemui di lokasi, Senin (6/1).Kendati demikian, pelayanan penjualan tiket untuk bus dalam kota dan angkutan lainnya masih tetap beroperasi. Mereka menegaskan aksi ini bukan penolakan membangun MRT tapi karena solusi yang diberikan kurang memadai."Kami bukan tak mau dipindahkan. Tapi kami ingin ada tempat untuk kami beroperasi, meski hanya melintas saja, tak perlu besar, dan ada di kawasan Jakarta Selatan," tutur Murdam.Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, 446 petugas gabungan dari Polda Metro, Shabara, dan Brimob disiagakan berjalan di sekitar terminal Lebak Bulus. Selain itu Watercanon dan Baracuda juga terparkir di depan terminal.

Rekomendasi