Dua topeng monyet yang terjaring razia positif TBC

Satu ekor monyet lagi terkena penyakit hepatitis.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
Dua topeng monyet yang terjaring razia positif TBC
Topeng monyet. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Balai Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta melakukan tes kesehatan terhadap 10 ekor monyet yang terjaring razia topeng monyet tahap pertama yang dilakukan Satpol PP. Hasilnya 2 monyet positif terkena penyakit TBC dan satu dinyatakan terkena hepatitis.Hal tersebut diungkap Kepala Seksi Balai Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Aswindrastuti."10 yang pertama hasilnya sudah keluar yaitu 2 positif TBC dan 1 positif hepatitis. Sedangkan sisanya belum mungkin 4 hari atau satu pekan lagi," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Kamis (31/10).Sejak dicanangkannya DKI Jakarta bebas Topeng Monyet pada tahun 2014, dari hasil razia tahap pertama ditangkap 10 ekor, yakni sebanyak tiga ekor dari wilayah Jakarta Timur, satu ekor dari wilayah Jakarta Barat, dua ekor dari wilayah Selatan dan empat ekor dari wilayah Jakarta Utara."Monyet itu datangnya dari dua hari kemarin, penertiban siang sampai terakhir jam 10 malam. Pas pertama datang, monyet-monyet kelihatan stres, jadi kita kandangin dulu. Kita beri air minum dan buah-buahan berair, baru kalau kelihatan sudah tenang kita periksa kesehatannya," ujarnya.Monyet-monyet yang berusia mulai dari delapan bulan hingga empat tahun itu tambahnya, kemudian didata dan diperiksa klinis dan laboratoris untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dijelaskannya, pemeriksaan klinis yakni berupa pemeriksaan fisik secara langsung yang meliputi pemeriksaan temperatur, lidah, telinga, mata, gigi, berat, dan panjang. Sedangkan pada pemeriksaan laboratoris berupa pemeriksaan darah, air liur, dan kotoran."Tadi sudah ada pemeriksaan kesehatan, belum kelihatan sakitnya, baru ambil darah dan baru kita pasang chip di bagian bawah kulit leher bagian belakang. Selain itu, kita kasih juga obat cacing dan tes TBC, mungkin hasilnya baru keluar seminggu ke depan," jelasnya.Walau begitu, tambahnya, berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukan beberapa perlukaan luar maupun bekas luka, yakni pada bagian leher, pergelangan tangan dan bagian ekor. Selain itu, pada enam ekor monyet dewasa keseluruhannya diketahui menderita penyakit gigi dan gusi, akibat taringnya atau siungnya dicabut. Sehingga infeksi pada area bagian mulut hingga menyebabkan gangren atau busuk."Perawatan fisik sekitar dua bulan, tapi buat perawatan trauma kita memang nggak ada. Setelah pemeriksaan fisik dan lab dan dinyatakan sehat mereka akan kita karantina sampai beradaptasi, baru dibawa ke ragunan," jelasnya.Setelah dilakukan pemeriksaan, ungkapnya, ke sepuluh monyet tersebut kemudian dimasukan ke dalam kandang besi permanen berukuran sekitar 1,5x2 meter dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Pada awalnya, tambahnya, monyet-monyet tersebut terlihat gemetaran dan sangat ketakutan serta terlihat bersembunyi di bagian pojok kandang. Namun, tambahnya, kondisi stres yang dialami monyet tersebut sudah berkurang, beberapa monyet sudah terlihat beradaptasi dan makan teratur."Awalnya stres semua, apalagi yang kecil-kecil jumlahnya empat ekor rangkul-rangkulan, yang besarnya gemetaran parah. Tapi sudah baikan sekarang, mudah-mudahan bisa sehat semuanya," jelasnya.

Rekomendasi