PT Jakpro fokus beli perusahaan air

"Perkiraan Rp 750 miliar harganya untuk Jakpro. Berarti total bisa Rp 1,2 atau Rp 1,3 triliun."

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
PT Jakpro fokus beli perusahaan air
Ganti Pipa Palyja. ©2012 Merdeka.com

Pembelian 49 persen saham PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Astrateo (Australia) ditargetkan selesai awal tahun depan. Sebab, saat ini sedang dalam tahap due diligent atau pengkajian."Sama-sama lagi due diligent. Udah jalan dari kemarin. Ya mudah-mudahan awal tahun Palyja jadi milik Jakpro. Kan Desember baru benerin administrasinya semua," ujar Dirut PT Jakpro, Budi Karya di Balai Kota Jakarta, Selasa (1/10).Pengkajian tersebut meliputi masalah teknis, keuangan, dan payung hukum. Ia mengatakan kemungkinan proses tersebut dapat diselesaikan pada akhir Oktober atau pertengahan November. Kemudian akan dilakukan negosiasi antara dua pihak, terutama soal besaran harga jual Palyja.Untuk itu, dalam APBD P 2013 yang disahkan oleh DPRD kemarin, suntikan dana berupa PMP sebesar Rp 750 miliar. "Perkiraan Rp 750 miliar harganya untuk Jakpro. Berarti total bisa Rp 1,2 atau Rp 1,3 triliun. Due diligent itukan sangat relatif sekali. Belum tentu tau harga setelah itu. Kita belum liat laporan keuangannya secara detil," jelasnya.Selain membeli saham Palyja dari Astratel, PT Jakpro difokuskan untuk membeli Aetra yang merupakan perusahaan penyulingan air. Sehingga, PMP yang diberikan dapat merealisasikan PT Jakpro sebagai pengelola sumber daya air."Rp 750 miliar itu untuk air semua, Palyja sama Water treatment plan (WTP). Anggaran itu untuk Palyja, WTP yang di Waduk Pluit. Proyek WTP totalnya sebenarnya Rp 250 miliar butuh dana tetapi akan pakai dana sendirilah," jelasnya.Seperti diberitakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bila pembelian tersebut berhasil dilakukan, Jakpro akan mengelola seluruh operasional perusahaan Palyja, mulai dari direktur utama hingga keuangan."Operasionalnya Jakpro yang pimpin, sudah ada perjanjian, Pembangunan Jaya 51 persen tapi yang nge-lead perusahaannya adalah Jakpro. Semuanya dari Jakpro," ujar Ahok, Selasa (27/8).Ahok menjelaskan, Pemprov DKI akan memberikan kepercayaan kepada Jakpro dalam memimpin Palyja selama 5 tahun ke depan. Sebab, perusahaan DKI dalam bidang properti tersebut berencana akan go public atau penawaran saham (Initial Public Offering/IPO). Maka dari itu, Jakpro diberi kesempatan mengelola Palyja untuk menunjukkan kemampuannya apakah layak untuk go public. Walaupun kepemilikan saham terbesar oleh PT Pembangunan Jaya.

Rekomendasi