Ahok Center sebagai mitra kerja CSR Kesejahteraan Sosial yang tertera dalam laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dunia usaha bidang kesejahteraan sosial (CSR Kessos) Tahun 2013 Dinas Perumahan dan Gedung Pemda menjadi polemik. Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) menuding data yang dilaporkan tersebut diterima gelondongan dari SKPD terkait. Dinas Sosial melalui Suku Dinas Jakarta Utara bertugas menginventarisir kebutuhan korban banjir yang direlokasi ke Rusunawa Marunda."Jadi awalnya kan itu banjir yang waktu lalu, nah warga kan akan direlokasi, terus pak gubernur dan pak wagub menginstruksikan kita. Jadi tugas Dinas Sosial menginventarisir kebutuhan korban banjir Rusun marunda," ujar Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Adji kepada wartawan melalui telepon, Kamis (15/8).Menurut dia, saat menginventarisir yang dibutuhkan furniture dan peralatan dapur. Awalnya untuk 5 tower kemudian bertambah menjadi 3 tower. Kemudian, gubernur dan wakil gubernur mencarikan donatur atau CSR untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perusahaan CSR memberikan bantuan berupa barang bukan uang atas data yang sudah di inventarisir. "Sudin Sosial mendistribusikan bersama Dinas Perumahan didampingi masyarakat untuk mengawasi. Bantuan tidak berupa uang tetapi kita menerima barang dari para CSR," jelasnya.Ika mengatakan, terteranya Ahok Center sebagai mitra kerja karena kesalahan tulis. Sebab, ia mengaku tidak ada Ahok Center tetapi semua elemen masyarakat turun serta sebagai pengawas dalam pendistribusian barang-barang. "Itu paling cuma kesalahan saja. Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa yang salah. Yang jelas kesalahan bukan dari kita," ucapnya.Namun, ia mengakui ada beberapa orang Ahok maupun Jokowi ikut mengawasi dalam jalannya pendistribusian barang. Tetapi, orang-orang Ahok maupun Jokowi yang berada di sekitar Marunda."Iya ada beberapa, bukan cuma orangnya pak ahok tapi pak gubernur juga. Kan ada orang-orangnya pak ahok yang berada di sekitar rusunawa marunda," terangnya.Orang-orang Ahok dan Jokowi merupakan dulunya sebagai pendukung Jokowi-Ahok saat Pilgub DKI Jakarta. Namun, pengawasan juga dilakukan oleh warga Rusun dan peran serta media. "Jadi kan pendukung Pak Jokowi dan Pak Ahok juga ada yang berada di Marunda," ucapnya.Untuk, Natanael Opposunggu salah satu orang dari center independen for transparancy atau Ahok Center mengaku turun sebagai pengawas pendistribusian barang-barang CSR. Namun bukan hanya Natanael tetapi orang-orang Jokowi-Ahok."Iya Pak Natanael, tapi bukan Pak Natanael saja, ada beberapa tak bisa sebutin. Yang jelas bukan orang Pak Ahok saja tapi ada orang-orangnya Pak Jokowi. Kan kasihan kalo Pak Ahok yang dibilang, kesannya Pak Ahok saja, padahal orang-orangnya Pak Jokowi juga ada," terangnya.
Dinsos berkilah nama Ahok Center muncul karena salah tulis
Tapi Ika mengakui orangnya Ahok dan Jokowi ikut mengawasi CSR itu.
Advertisement
Rekomendasi