Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengumpulkan 75 lurah, 26 camat dan 5 wali kota dalam rapat membahas persoalan banjir. Setelah pidato pengantar, Jokowi kemudian mendengarkan laporan dari lima wali kota dan beberapa camat tentang upaya pengendalian banjir. Selain camat, lurah, dan wali kota, juga hadir jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti kepala dinas dan asisten pemerintahan.
Rapat yang digelar di lantai 1 Balai Agung dipimpin Jokowi-Ahok. Berikut pesan Jokowi untuk para lurah, camat, dan wali kota:
Advertisement
Kerja lebih keras dan lebih cepat
Jokowi menegaskan, setelah musibah banjir seluruh aparat pemerintah harus kerja lebih keras dari biasanya. "Kalau ada hal bermasalah, yang dirasa berat bisa disampaikan ke saya. Kalau perlu saya turun, saya turun. Diharapkan pekerjaan fisiknya, Mei sudah bisa dimulai, atau April sudah bisa dimulai agar semua bergerak seiring. Pasca banjir kita bekerja lebih," ujar Jokowi kepada seluruh aparat yang dipimpinnya, Rabu (23/1).Dia menambahkan, setelah banjir selesai aparat pemerintah harus kerja cepat. "Saya harapkan pimpinan di wilayah semua, lurah, camat, wali kota ikut mendukung. Dari sisi anggaran dipersiapkan semuanya, tolong dengan proses yang baik, dengan proses dialog," kata Jokowi.
Advertisement
Pelihara dan rawat tempat penampungan air
Jokowi memerintahkan agar setiap aparat memberi perhatian terhadap sungai maupun waduk. Jokowi mencontohkan Waduk Pluit, waduk terbesar di Jakarta. Seharusnya Waduk Pluit sedalam 10 meter sehingga mampu menampung air Ciliwung. "Sekarang sedimen tebal dengan kedalaman hanya 2-3 meter. Tahun ini akan dikeruk," kata dia. Menurut Jokowi, di sekitar waduk ada 17 ribu kepala keluarga tinggal di rumah liar. "Mau nggak mau demi keselamatan, tahun ini juga akan kita bersihkan waduknya kita keruk kita beri sidebar. Sehingga posisinya benar-benar waduk.Kalau tidak pernah dipelihara dan dirawat, sarana dan prasarana itu tidak akan pernah berfungsi. Jokowi juga menekankan perlu untuk menyadarkan warga yang tinggal di bibir sungai. "Itu menyalahi aturan baik perda, UU lingkungan hidup dll," tegasnya.
Advertisement
Amankan lokasi yang sudah dirawat
Jokowi menekankan pentingnya mengamankan lokasi yang sudah ditata dengan baik. Dia meminta kepada camat, lurah, dan wali kota agar mencontoh Kanal Banjir Timur. "Jadi kalau sudah seperti itu, kanan kiri ditanam, jangan sampai coba-coba untuk mendirikan apapun. Baik PKL atau satu bata. Dibiarin satu dipasang, besoknya udah jadi rumah," ujar Jokowi. Dia meminta lurah agar segera merespon kalau ada tanda-tanda pelanggaran. "Pimpinan wilayah harus kuasai wilayahnya. Seperti di Pluit, satu dibiarin akhirnya jadi 17 ribu, terlambat ya seperti itu," kata dia.
Advertisement
Siaga persiapan logistik
Jokowi lebih menekankan agar rencana-rencana yang ada dibuat secara jelas. Sehingga, saat terjadi peristiwa tanggul jebol dapat segera dilakukan antisipasi. Sebab saat kejadian tanggul jebol hampir 6 jam Jokowi telepon minta material untuk perbaikan tetapi kuantitas barang tidak terpenuhi."Meski sudah saya rapatkan kalau ada tanggul jebol di mana kita ambil batu, alat berat, semuanya sudah terencana. Sudah terkonek yang ada barang itu," kata Jokowi.Selanjutnya, mantan walikota Solo ini mengatakan mengenai pompa penyedot seharusnya mulai disiapkan. "Saya minta asisten pembangunan persiapan batu kita tahu. Bisa di-call kapan saja bisa, pasir juga, bisa di-call saat itu juga dan dipakai," ujar Jokowi.
Advertisement
Komunikasi Lapangan
Jokowi berpesan pentingnya komunikasi lapangan antaraparat pemerintah. "Ini penting, lurah bisa hubungi saya kalau ada penting. Camat bisa melambung ke saya kalau emang ada hal yang penting. Wali kota juga agar tidak terlambat. Terakhir, korban banjir harus diutamakan, rakyat, manusia harus diutamakan," ujar Jokowi. Komunikasi dalam pengadaan alat juga harus dimantapkan. "Alat-alat berat, ekskavator, berapa bisa dipakai, siapa pegang, siapa punya. Kemudian pompa penyedot, pemadam punya berapa. Kalau kekurangan siapa yang bisa pinjam harus tahu. Sehingga kejadian kita tinggal telepon semua, semuanya langsung datang," ujarnya.