Pramono Janji Tak Gusur Permukiman Kumuh di Jakarta: Saya Minta Dirapikan Saluran Air-Sanitasi
Pramono menjelaskan, hal yang ingin diperbaiki dari permukiman kumuh di Jakarta adalah persoalan sanitasi.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyambangi salah satu lokasi permukiman kumuh di Jakarta Pusat, tepatnya di Menteng Tenggulun. Dengan berjalan kaki, dirinya menelusuri gang demi gang yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pramono berjanji, tidak akan menjalankan kebijakan menggusur kepada warga yang tinggal di permukiman kumuh. Sebab lokasi tempat tinggal warga terhubung erat dengan tempat bekerja.
“Saya minta yang seperti ini dirapikan, tidak digusur. Karena apapun itu kan mata pencariannya yang bersangkutan,” kata Pramono di lokasi, Kamis (15/4).
Pramono menjelaskan, hal yang ingin diperbaiki dari permukiman kumuh di Jakarta adalah persoalan sanitasi.
“Perbaikan yang dilakukan saluran air, sanitasi komunalnya dibuat, MCK komunalnya dibuat, dan yang paling penting juga mereka agar merasa nyaman dan aman,” tutur Pramono.
Renovasi Balai RW
Selain soal sanitasi, Pramono juga mendapat permintaan khusus dari warga untuk merenovasi balai RW dan membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Dia berharap, nantinya tempat publik tersebut bisa digunakan untuk kepentingan warga sebaik-baiknya.
“Jadi tanahnya nanti milik warga dan bangunannya akan menjadi bangunan yang dibuatkan oleh pemerintah Jakarta. Nanti ini merupakan tempat untuk bisa digunakan sepenuhnya oleh warga yang ada,” harap Pramono.
Pramono berjanji, akan memperbaiki kawasan permukiman kumuh di Jakarta secara bertahap. Total, ada 55 RW yang akan diprioritaskan untuk dirapikan. Kemudian dalam waktu dekat, dirinya juga akan memasang CCTV agar memberi kenyamanan dan keamanan bagi warga.
“Kenapa kemudian kita adakan untuk itu (CCTV)? supaya warga itu merasa lebih aman, lebih nyaman. Kalau ada bullying, ada hal lain, dan mohon maaf banget, kalau ada tindakan dari siapapun warga dari luar yang ingin menawarkan narkoba dan sebagainya, akan terdeteksi dengan sangat baik,” Pramono menandasi.
Sebagai informasi data BPS tahun 2017, ada 445 RW kumuh. Selanjutnya, pada tahun anggaran 2025 sebanyak 55 RW menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jakarta untuk dirapikan secara bertahap. Salah satunya, Menteng Tenggulun.