Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov DKI Masih Kaji 13 Titik untuk Lapak PKL di Trotoar

Pemprov DKI Masih Kaji 13 Titik untuk Lapak PKL di Trotoar PKL di trotoar Tanah Abang. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta, Adi Arianta mengatakan masih melakukan pengkajian kios atau booth seperti apa yang diperbolehkan berada di trotoar. Hal ini dipertimbangkan sebagai bentuk akomodir kebutuhan masyarakat.

Dalam satu diskusi mengenai penataan PKL, Adi menuturkan ada beberapa aspek lapangan yang dianggap patut didirikan lapak PKL di trotoar, misalnya, intensitas aktivitas masyarakat, sumber listrik, tempat sampah, sumber air.

"Sumber daya. Mereka butuh listrik kah, air, tempat sampah. Bagaimana potensi di sana jangan kita menempatkan titik tidak laku," kata Adi, Jakarta, Kamis (21/11).

Dengarkan Kritik Masyarakat

Dari hasil kajian itu, Adi menyebut Dinas Koperasi dan UMKM Jakarta telah menentukan 13 titik kios PKL. Namun demikian, ia memahami adanya kritik terhadap langkah Pemprov mengizinkan lapak PKL di trotoar.

Ia berdalih adanya langkah akomodir Pemprov terhadap PKL dikarenakan kebutuhan masyarakat. Ia mengatakan masih akan terus mengkaji aspek hukum atas langkah tersebut.

"Memang pendekatannya seperti itu apakah kita tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Masyarakat jalan dari patung kuda, keluar MRT tidak ada itu (kios penjual minuman atau makanan). Tapi kita juga kaji aspek hukumnya masih kita bahas supaya lebih matang," tandasnya.

Ia menargetkan kajian pendirian lapak PKL di 13 titik akan rampung Desember 2019. Yang jelas, Adi menuturkan penempatan lapak PKL tetap mengutamakan estetika tata kota.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP