Pemkot Probolinggo Wujudkan Penataan Pasar dan Indonesia ASRI Melalui Kerja Bakti Massal

Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kerja bakti massal di Pasar Baru dan Pasar Gotong Royong, fokus pada penataan pasar dan mewujudkan Indonesia ASRI, menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan teratur.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Probolinggo Wujudkan Penataan Pasar dan Indonesia ASRI Melalui Kerja Bakti Massal
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kerja bakti massal di Pasar Baru dan Pasar Gotong Royong, fokus pada penataan pasar dan mewujudkan Indonesia ASRI, menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan teratur. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) menggelar kerja bakti massal di dua pasar utama, yakni Pasar Baru dan Pasar Gotong Royong, pada Jumat (27/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Probolinggo untuk mewujudkan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan kota. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Probolinggo turut serta dalam aksi bersih-bersih dan penataan ini.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari ini berpusat di area pasar, khususnya sepanjang Jalan Niaga dan Jalan Pahlawan. Mereka bahu-membahu membersihkan serta menata kawasan tersebut demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan. Penertiban ini juga menyasar penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di trotoar.

Wali Kota Aminuddin menekankan pentingnya penertiban area pasar untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi dan teratur. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan aturan parkir menjadi fokus utama yang diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh masyarakat. Edukasi dan pengawasan konsisten akan terus dilakukan demi tercapainya tujuan ini.

Kegiatan kerja bakti massal ini merupakan manifestasi dari komitmen Pemkot Probolinggo dalam mengimplementasikan gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini bertujuan menciptakan lingkungan kota yang tidak hanya bersih tetapi juga aman, sehat, resik, dan indah bagi seluruh warganya. Seluruh jajaran ASN Pemkot Probolinggo dikerahkan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, menunjukkan sinergi pemerintah daerah.

Wali Kota Aminuddin secara langsung memimpin aksi bersih-bersih bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Mereka bersama-sama membersihkan area pasar, terutama di Jalan Niaga dan Jalan Pahlawan, yang merupakan jalur padat aktivitas. Keterlibatan pimpinan daerah ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Selain ASN, unsur kepolisian dan TNI juga turut ambil bagian dalam upaya menciptakan lingkungan kota yang bersih dan tertata. Kolaborasi berbagai pihak ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan tata kota yang nyaman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga melakukan penyiraman air menggunakan truk tangki di beberapa titik sebagai tahap akhir pembersihan kawasan tersebut.

Fokus utama dari kerja bakti ini adalah penataan parkir dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang kerap menimbulkan kemacetan dan ketidakteraturan. Wali Kota Aminuddin memberikan arahan langsung kepada juru parkir agar tidak menempatkan kendaraan di sisi timur Jalan Niaga. Kendaraan diarahkan untuk parkir di sisi barat guna memastikan kelancaran akses jalan yang sering macet.

Meskipun telah terpasang imbauan larangan berjualan di trotoar dan parkir di depan toko, kepatuhan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Probolinggo yang terus melakukan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar. Penertiban di Jalan Pahlawan juga dilakukan dengan mengosongkan sisi utara dari aktivitas pedagang, sementara kendaraan diarahkan parkir di sisi selatan untuk kelancaran arus lalu lintas.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono, menyatakan bahwa kerja bakti ini sekaligus menjadi momentum penataan parkir dan PKL. Ia berharap masyarakat dapat membiasakan diri untuk parkir sesuai rambu yang telah disediakan. "Rambu dan garis parkir permanen sudah ada. Harapan kami masyarakat bisa memahami dan bersama-sama mewujudkan ketertiban, sejalan dengan semangat Probolinggo Bersolek dan berbenah," ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Fatchur Rozi, mengakui bahwa penertiban PKL masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan personel menjadi salah satu kendala utama, ditambah lagi dengan keberadaan pedagang musiman dari luar daerah yang sering berjualan di bahu jalan. Fenomena ini memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan dari pihak berwenang.

Rozi menjelaskan bahwa meskipun sudah dilakukan penindakan berupa penyitaan barang, pedagang sering kembali berjualan saat petugas tidak berjaga. Untuk mengatasi masalah ini, ia menyatakan, "Ke depan, kami akan menambah personel dan menempatkan pos pantau portabel di titik strategis." Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan aturan.

Wali Kota Aminuddin menegaskan perlunya petugas yang berjaga secara konsisten agar masyarakat semakin memahami dan menaati aturan yang berlaku. Edukasi yang berkelanjutan dan pengawasan yang ketat menjadi kunci untuk menjaga ketertiban yang telah dicapai. Sinergi antara Pemkot, Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, dan TNI akan terus diperkuat untuk menciptakan Probolinggo yang lebih tertata dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi