Pemenang Sayembara Revitalisasi Monas Minta DKI Komunikatif
Merdeka.com - Pemenang sayembara Revitalisasi Monas Deddy Wahjudi mengatakan pihaknya mendesain revitalisasi Monas agar lebih terbuka untuk akses publik.
"Usulan konsep supaya kawasan Medan Merdeka dapat diakses publik lebih dalam," katanya saat dihubungi, Selasa (4/2).
Deddy juga menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Penorov DKI setelah adanya polemik penebangan pohon di Monas. Ia juga telah mengingatkan agar Pemprov DKI lebih terbuka dalam komunikasi atau sosialisasi revitalisasi kawasan Ring-1 itu.
"Saya beri masukan pertama harus komunikasi, misal dengan DPRD Komisi Pengarah dan Komunikasi pada publik. Harus diinfokan ini (revitalisasi) adalah agenda besar dan ada tahap selanjutnya," ucapnya.
Deddy juga menjelaskan bahwa perubahan desain juga terjadi di Lapangan IRTI Monas dan Lenggang Jakarta. Pemindahan akan dilakukan di timur Monas atau sebelah Gambir. Tujuannya agar warga lebih menggunakan transportasi publik.
"Sejalan dengan harapan DKI agar menggunakan transportasi publik, nanti IRTI ditutup, ketika MRT jadi, jadi ke Monas semua naik transportasi publik. Untuk Lenggang Jakarta kita usulkan dekat Gambir, bangunan di medan merdeka enggak boleh tinggi jadi nanti nanti di dalam tanah, semi basement. Tetapi desain kita tetap ada konektivitas dengan Monas," tandasnya.
Sekda Tegaskan Revitalisasi untuk Mempercantik Monas
Sementara itu, Sekda DKI Saefullah menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu arahan Dewan Pengarah kawasan Medan Merdeka. Diketahui, revitalisasi Monas dihentikan sementara.
"Katanya akan ada rapat, kami menunggu undangan rapatnya," katanya.
Namun, Sekda memastikan proses Revitalisasi Monas itu bertujuan untuk mempercantik dan memperluas RTH di Monas. "Begini, Monas itu sudah puluhan tahun dikelola DKI, kan kita urusin itu. Kita percantik Monas, mau percantik kok rumit loh," tandasnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya