Jakarta sempat menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi data dari situs IQAir.
Advertisement
Bahkan, Jakarta sempat menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia versi data dari situs IQAir.
Advertisement
"Nilai ini 9 kali lebih tinggi dari standar kualitas ideal WHO yang memiliki bobot konsentrasi PM 2,5 antara 0 sampai 5 mikrogram per meter kubik,"
demikian bunyi keterangan resmi Koalisi Ibukota tersebut, dikutip Kamis (10/8).
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Namun, mereka tak merinci pernyataan mana yang dimaksud.
"Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Kota dan Semesta (Ibukota) juga menyayangkan dan mengkritik respon PJ Gubernur yang menganggap enteng persoalan pencemaran udara hari ini,"
katanya.
Advertisement
"Padahal paparan PM 2.5 dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, tidak hanya kepada masyarakat secara umum namun juga masyarakat secara khusus yang rentan terhadap polusi udara,"
sambung Koalisi Ibu Kota.
Koalisi Ibukota menyebut atas pencemaran udara hari ini, negara juga merupakan pihak yang harusnya paling bertanggungjawab dalam pemenuhan hak atas udara bersih.
Advertisement
Pada Kamis (10/8/2023), berdasarkan situs IQAir pukul 08.01 WIB, didapati tingkat polusi udara Jakarta tidak sehat dengan indeks kualitas udara 161 IQ US. Tercatat polutan utama PM2.5 dengan konsentrasi 74µg/m³. "Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 14.8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO," demikian bunyi keterangan dalam situs iqair.com tersebut.