Kepolisian menangkap tujuh pelaku begal tiga remaja sepulang belajar bersama di kawasan Jalan Ampera Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, pada Senin (8/9) malam. Kasus pembegalan itu baru dilaporkan pada Kamis (11/9).
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela mengatakan, tujuh orang ditangkap itu berinisial MRS, GP, MBPP, MA alias Ambon, SA, MIF dan MAA. Sejumlah barang bukti disita kepolisian dalam penangkapan tersebut.
"Penyidik telah mendapatkan dan melakukan penyitaan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor listrik merk YADEA No:B.4024.SVL dan 1 buah handphone merk SAMSUNG A13 warna black," kata Anggiat dalam keterangannya, Senin (15/9).
Anggiat menjelaskan, tiga korban berinisial HRR, R dan D mendapatkan luka bacok di kepala hingga tangan. Untuk korban HRR menderita luka bacok di kepala dan satu unit sepeda motor listrik merk YADEA nomor polisi B 4024 SVL diambil pelaku.
"Untuk R menderita luka bacok pada bagian tangan dan 1 buah handphone merk Samsung A13 warna black diambil oleh kelompok para pelaku, dan untuk D menderita luka memar pada bagian mata kiri dan luka pada bagian punggung," ujar dia.
Akibat perbuatannya, terduga pelaku disangkakan Pasal 365 KUHPidana Juncto Pasal 170 KUHPidana. "Selanjutnya terhadap tujuh orang yang telah diamankan masih dalam proses penyidikan di Polsek Pasar Minggu Jakarta Selatan," pungkasnya.
Sebelumnya, aksi begal kembali terjadi di Jakarta Selatan. Tiga pelajar berinisial HRR, R, dan D menjadi korban pembegalan saat pulang belajar bersama di kawasan Jalan Ampera Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, pada Senin (8/9) malam.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan baru masuk ke kepolisian pada Kamis (11/9).
“Awal kejadian pada hari Senin, 8 September 2025 sekitar pukul 18.30 WIB. Anak pelapor HRR bersama dua temannya R dan D pulang setelah belajar bersama. Mereka bertiga berboncengan sepeda motor,” ujar Reonald dalam keterangannya, Senin (15/9).
Saat melintas di lokasi, motor yang ditumpangi korban diadang oleh sekelompok remaja berjumlah sekitar 10 orang yang membawa senjata tajam. Para pelajar itu langsung diserang hingga mengalami luka serius.
HRR mengalami luka bacok pada siku kanan, R mengalami luka memar di wajah dan tangan, sementara D menderita luka bacok di kepala. Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku juga membawa kabur motor korban.
“Selain luka fisik, korban juga mengalami kerugian materi sekitar Rp15 juta akibat motor dibawa kabur para pelaku,” jelas Reonald.
Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Pasar Minggu. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku.