FOTO: Bareskrim Ungkap Kasus Tindak Pidana Fidusia Jaringan Internasional, Amankan 675 Unit Sepeda Motor

Bareskrim Polri juga mengamankan sejumlah tersangka dengan peran yang berbeda-beda.

Imam Buhori
Oleh Imam Buhori - Reporter
FOTO: Bareskrim Ungkap Kasus Tindak Pidana Fidusia Jaringan Internasional, Amankan 675 Unit Sepeda Motor
FOTO: Bareskrim Ungkap Kasus Tindak Pidana Fidusia Jaringan Internasional, Amankan 675 Unit Sepeda Motor (Merdeka.com)

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggelar konferensi pers untuk mengumumkan hasil pengungkapan dalam kasus tindak pidana fidusia atau penipuan dan penadahan kendaraan bermotor yang melibatkan jaringan internasional di Lapangan SLog Polri, Jakarta Timur pada Kamis (18/7/2024). Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi yang intensif dari pihak kepolisian selama beberapa bulan terakhir. Foto: merdeka.com / Imam Buhori<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam konpersnya, Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa kasus ini melibatkan sejumlah tersangka dengan peran yang berbeda-beda. Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Tersangka yang diamankan antara lain berinisial NT dan ATH yang berperan sebagai debitur, WRJ dan HS yang berperan sebagai penadah, FI dan HM sebagai perantara atau pencari penadah, serta WS yang berperan sebagai eksportir. Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Tersangka yang diamankan antara lain berinisial NT dan ATH yang berperan sebagai debitur, WRJ dan HS yang berperan sebagai penadah, FI dan HM sebagai perantara atau pencari penadah, serta WS yang berperan sebagai eksportir. Foto: merdeka.com / Imam Buhor
Dok. Istimewa
Potensi kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp49 miliar. Foto: merdeka.com / Imam Buhori<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Angka tersebut diperoleh dari jumlah sepeda motor yang digelapkan dikalikan dengan nilai pajak masing-masing sepeda motor. Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kerugian ini tidak hanya berdampak pada perekonomian negara, tetapi juga merugikan pihak-pihak yang menjadi korban penipuan. Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Polri juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan bermotor, terutama yang melibatkan pihak ketiga. Foto: merdeka.com / Imam Buhori

Rekomendasi