Anies Sebut Banjir Jakarta Sudah Surut

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta sudah surut. Dia menyebut curah hujan tinggi terjadi sejak, Jumat (7/2). Dia menyebut pihaknya sudah mulai memantau sejak malam hari. Hal itu guna mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Anies Sebut Banjir Jakarta Sudah Surut
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sambangi LKB. ©2019 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta sudah surut. Dia menyebut curah hujan tinggi terjadi sejak, Jumat (7/2).

"Sudah surut. Jadi kami mulai berjaga kemarin jam 17.00 WIB, jam 04.00 WIB di Katulampa sudah mulai naik," kata Anies di kawasan Chinatown, Jakarta Barat, Sabtu (8/2).

Dia menyebut pihaknya sudah mulai memantau sejak malam hari. Hal itu guna mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan lurah-lurah langsung mengabarkan terkait ketinggian permukaan air. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi bila datang banjir.

Anies juga menyebut saat pagi hari, Sabtu (8/2), ketinggian permukaan air di pintu air Manggarai mencapai 940 centimeter. Selain itu, dia juga menyebut pompa air mobile dan alat pemadam kebakaran sudah siaga.

"Sekarang turun 880 centimeter. Kami sedang tunggu air (banjir) makin surut, makin surut," ucapnya.

Tiga RT di Bukit Duri Masih Banjir

Sebanyak tiga rukun tetangga (RT) di Kampung Melayu Kecil I, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta terendam banjir karena luapan Sungai Ciliwung. Sugiono warga yang rumahnya terendam banjir mengaku air mulai menggenangi tempat tinggal dari pukul 03.00 dini hari, Sabtu (8/2).

"Ada tiga RT mas, RT 15, 11, sama 10. RW-nya RW 10," kata dia saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, ketinggian air tidak terlalu dalam. Hanya sebetis orang dewasa. "Paling 15 sentian. Paling dalam di belakang sekolah sampai sedada," jelas dia.

Ada sejumlah sekolah yang terendam, yakni SMP Perguruan Rakyat II dan SD Perguruan Rakyat II yang berlokasi di gedung yang sama.

Sugiono mengungkapkan bahwa tidak ada warga yang mengungsi. Mereka memilih berdiam diri di lantai dua rumahnya. "Warga sini rata-rata punya loteng," jelas dia. Sampai berita ini ditulis, banjir tidak mengalami penyurutan yang signifikan.

Reporter: Ika Defianti dan Yopi Makdori

Sumber: Liputan6

Rekomendasi