Anies Baswedan: MRT dan Transjakarta Instrumen Pemersatu Bangsa

Senin, 17 Februari 2020 12:59 Reporter : Merdeka
Anies Baswedan: MRT dan Transjakarta Instrumen Pemersatu Bangsa Anies Baswedan di TTIC Jakarta Selatan. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan kontrak Megaproyek MRT Jakarta Fase II paket pertama dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP201). Pada sambutannya, Anies menyatakan, pembangunan MRT bukan sekadar pembangunan fisik saja, melainkan membangun mental persatuan manusia.

"Saya perlu garisbawahi bahwa meskipun kita sedang membangun infrastruktur keras, yaitu jalur MRT, nanti keretanya lewat, tapi sesungguhnya apa yang kita target bukan sekadar bangunannya jadi. Kota ini disebut kota karena ada manusianya," kata Anies di Halte MRT Bundaran HI, Senin (17/1).

Anies menyebut, semua orang setara saat naik MRT, dari presiden hingga office boy, dari CEO hingga gubernur.

"MRT bukan sekadar alat pemindah badan, di MRT ini dapat menggunakan kelas yang sama, mau dari presiden, OB, menteri, walikota, gubernur, CEO, GM. Mereka duduknya setara, masuknya dan antrenya sama. Tidak banyak fasilitas kendaraan yang memberikan seperti ini," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Oleh karena itu, ia menilai MRT adalah alat transformasi untuk mendorong persatuan. "Ini adalah transformasi kita dan kita sering menganggap ini urusan kecil, tidak. Ini persatuan, tapi cara kita ingin Jakarta ada persatuan, tapi cara kita mengatur kotanya tidak mendorong untuk persatuan," ujarnya.

"Nah Transjakarta, MRT adalah instrumen nomor pemersatu. Di sana berangkat komponen semua masyarakat, ini kita bangun bukan hanya untuk saat ini tapi untuk masa yang akan datang," tambahnya.

Saat ini, Anies menyebut semua BUMD sudah terintegrasi, tak ada lagi ego sektoral. Fase II MRT ini ia berjanji semua moda transportasi terintegrasi 100 persen.

"Saya senang sekali tidak mengulangi masalah yang pernah kita lakukan di mana kita berpikir sektoral. MRT memikirkan MRT, TJ (Transjakarta) mikir TJ, tapi sekarang alhamdulilah saya bersyukur bahwa rancangannya sudah memperhitungkan integrasi. Nanti jadinya nanti insyaallah transportasi umum di Jakarta, di mana MRT sebagai backbone yang harus siap memberikan ruang bagi integrasi yang lain 100 persen terintegrasi," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Mantan Mendikbud itu mengingatkan agar anggaran pembangunan MRT 2,8 Km itu tidak bengkak dari awal yakni Rp4,5 triliun.

"Kita semua berkeinginan agar proses ini berjalan sesuai jadwal jangan berkompromi pada kualitas dan budget sesuai anggaran yang disiapkan. Jangan sampai diperjalanan nanti muncul revisi peningkatan, tapi kalau revisi penghematan boleh saja," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Sebanyak 35 Persen Penduduk Jakarta Intensif Gunakan Transportasi Umum
Kontrak Kerja Fase II MRT Dimulai, Proyek HI-Harmoni Berbiaya Rp 4,5 T
Antisipasi Banjir, Anies Kucurkan Dana Rp30 Miliar ke Pemda Bogor untuk Sumur Resapan
Survei Sukses Atasi Banjir: Ahok 42%, Jokowi 25%, Anies Baswedan 4,1%
Jakpro Ingin Lintasan Formula E Diaspal Permanen
Anies Ajak Masyarakat Terima Baik Warga Jakarta usai Observasi di Natuna

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini