Guru Ngaji di Cirebon Dicekik Orang Tua Muridnya hingga Tewas, Ternyata Ini Motifnya

Motif pembunuhan tersebut karena mencuri. Saat itu pelaku panik ketika korban memasuki rumah, dan langsung memergokinya sembari berteriak saat tengah bersembunyi di ruangan dapur korban. Merasa terancam, pelaku mencekik guru ngaji hingga terjatuh dan membenturkannya ke lantai.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Guru Ngaji di Cirebon Dicekik Orang Tua Muridnya hingga Tewas, Ternyata Ini Motifnya
Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Seorang pria berinisial S (35) harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Cirebon, usai mencekik seorang wanita hingga tewas di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ironisnya, pembunuhan tersebut terjadi di rumah korban yang tak lain merupakan tetangganya sendiri sekaligus guru ngaji dari anak pelaku.

"Rumah pelaku ini hanya berjarak tiga rumah dari korbannya. Dan pelaku sudah mengintai keadaan rumah korban," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman di Cirebon, Rabu (8/9), mengutip ANTARA.

Arif menerangkan, motif pelaku S tega membunuh korban lantaran ia kepergok saat tengah mencuri sejumlah barang berharga di rumah guru ngaji tersebut.

Saat itu pelaku panik ketika korban memasuki rumah, dan langsung memergokinya saat tengah bersembunyi di ruangan dapur korban. Pelaku S diketahui memasuki rumah melalui pintu belakang.

"Korban yang merupakan seorang guru mengaji ini dibunuh setelah memergoki pelaku saat mencuri. Ketika itu pelaku bersembunyi di dapur," terang dia.

Ketika korban memergoki pelaku, tersangka S langsung panik di saat mengumpulkan barang berharga di rumah korban.

S yang merasa terancam karena itu, langsung mencekik leher dan mendorong hingga guru ngaji tersebut terjatuh. Merasa korban masih hidup, S tega membenturkan kepala korban hingga mengeluarkan darah dan tak sadarkan diri kemudian menyeretnya ke kamar mandi.

Demi menghindari kecurigaan warga, saat di kamar mandi S kemudian menaruh gayung di tangan korban agar seakan-akan korban meninggal karena terjatuh di toilet.

"Akhirnya, korban masuk ke dapur dan melihat ada pelaku yang bersembunyi sehingga langsung berteriak minta tolong. Kemudian pelaku mengambil tindakan dengan mencekik leher korban hingga terjatuh karena lemas," ujarnya.

Saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, dengan tertunduk lemas S mengakui jika dirinya nekat mencuri di rumah guru ngaji anaknya itu lantaran terhimpit ekonomi.

S menjelaskan, jika mulanya ia hanya akan mencuri satu barang. Namun lantaran panik, pelaku langsung nekat membunuh dengan mencekik dan membenturkan kepala korban ke lantai.

"Saya mulanya berniat mengambil satu barang untuk kebutuhan ekonomi, tapi ibunya keburu datang jadi saya panik," kata dia.

Usai membunuh korban, pelaku lantas melarikan diri dengan membawa sejumlah barang berharga dari rumah guru ngaji. Beberapa barang bukti yang disita di antaranya telepon genggam, dua unit televisi, perangkat sound system, pakaian korban, gayung, dan lainnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku S yang sempat melarikan diri selama 3 hari itu dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelak dijerat Pasal 365 KUHP dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Rekomendasi