Mengenal Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya, Berikut Penjelasannya

Dalam perkembangannya, pantun tak hanya digunakan sebagai media penuturan pesan, tetapi juga sebagai media permainan kata-kata. Dalam hal ini pantun dapat dibuat oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Mengenal Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya, Berikut Penjelasannya
Ilustrasi buku. ©2012 Shutterstock/Tischenko Irina

Pantun merupakan salah satu karya sastra yang tetap populer hingga saat ini. Pantun termasuk dalam jenis puisi lama. Puisi lama sendiri adalah puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bati, jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi yang masih sangat diperhatikan.

Dalam perkembangannya, pantun tak hanya digunakan sebagai media penuturan pesan, tetapi juga sebagai media permainan kata-kata. Dalam hal ini pantun dapat dibuat oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Sebelum belajar membuat pantun penting untuk mengenali jenis-jenis pantun dan contohnya, berikut informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui bola.com.

1. Pantun Kiasan

Jenis pantun yang pertama adalah pantun kiasan yang berisi bahasa atau kalimat kiasan. Hal ini berarti, pesan yang ada pada pantun ini disampaikan secara tersirat.

Contoh:

Berburu ke padang datar

Dapatkan rusa belang kaki

Berguru kepalang ajar

Bagaikan bunga kembang tak jadi

2. Pantun Cinta

Jenis pantun berikutnya adalah pantun cinta yang berisi pesan yang berhubungan dengan cinta, romantisme, rindu antara dua insan. Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan pantun cinta untuk mengungkapkan perasaan.

Contoh:

Walaupun hanya sebatang tebu

Tetapi bisa diramu

Walaupun jarang ketemu

Cintaku hanya untukmu

3. Pantun Nasihat

Pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan. Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik.

Contoh:

Jalan-jalan ke Kota Blitar

jangan lupa beli sukun

Jika kamu ingin pintar

belajarlah dengan tekun

4. Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan. Terkadang, pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi makin riang.

Contoh:

Duduk manis di bibir pantai

Lihat gadis, aduhai tiada dua

Masa muda kebanyakan santai

Sudah renta sulit tertawa

5. Pantun Teka-Teki

Selanjutnya, pantun teka-teki yang memiliki ciri kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun. Pantun ini berisi teka-teki untuk para pendengarnya.

Contoh:

Kalau tuan muda teruna

Pakai seluar dengan gayanya

Kalau tuan bijak laksana

Biji di luar apa buahnya

6. Pantun Agama

Tujuan dari pantun agama sebenarnya sedikit banyak sama dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan. Pantun agama membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Berbeda dari pantun nasihat, pantun agama lebih spesifik isinya karena diselipkan nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia bulan puasa

Banyak tuhan perkara Tuhan

Tidak semulia Tuhan Yang Esa

7. Pantun Peribahasa

Seperti namanya, pantun peribahasa merupakan pantun yang di dalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.

Contoh:

Berakit-rakit kita ke hulu

Berenang kita ke tepian

Bersakit-sakit kita dahulu

Bersenang-senang kemudian

Rekomendasi