Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk, Bunda Wajib Tahu Cara Mengatasinya

Penyebab Anak Sering Menangis dan Mengamuk, Bunda Wajib Tahu Cara Mengatasinya Ilustrasi Anak Tantrum. ©Parents.com

Merdeka.com - Bagi pasangan suami istri, mengasuh anak menjadi pengalaman baru yang dinanti-nantikan. Meskipun mengasuh anak bukan hal yang mudah dilakukan, namun itulah yang nantinya menjadi kenangan dalam proses perkembangan sang buah hati.

Salah satu tantangan yang harus dilalui oleh orang tua dalam mengasuh anak adalah ketika buah hati mereka mulai menangis dan mengamuk. Perilaku anak sering menangis dan mengamuk ini tentu sudah biasa kita temui. Tapi, perilaku ini terkadang membuat orang tua kesulitan dalam menghadapinya.

Perilaku anak yang menangis dan mengamuk disebut juga sebagai tantrum. Perilaku ini umum terjadi pada anak dan menjadi bagian dari proses perkembangan si anak. Tantrum sendiri adalah luapan emosi dari anak yang ditunjukkan dengan cara menangis atau bahkan disertai dengan aktivitas motorik, seperti membanting barang, berguling di lantai, atau memukul.

Selain menjadi bentuk komunikasi seorang anak atas rasa kesalnya, perilaku tantrum juga bisa menjadi cara si anak dalam melakukan observasi. Misalnya, ketika anak mengamuk untuk mendapatkan sesuatu, dan Anda menuruti keinginannya, Ia akan mengulangi cara tersebut di kemudian hari. Ini tentu akan menjadi kebiasaan buruk bagi si anak. Kesabaran dan ketenangan adalah kunci utama dalam menghadapi perilaku ini.

Kali ini kami akan menyampaikan apa saja yang menyebabkan perilaku anak sering menangis dan mengamuk beserta cara mengatasinya.

Penyebab Tantrum

menangis

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/ Happy Together

Dikutip dari my.clevelandclinic.org, penyebab anak sering menangis dan mengamuk dapat dikarenakan:

  • Frustrasi
  • Menginginkan perhatian
  • Menginginkan sesuatu (seperti hadiah atau mainan)
  • Menghindari melakukan sesuatu (seperti membersihkan atau meninggalkan tempat seperti taman bermain)
  • Lapar
  • Kelelahan
  • Penyebab besar kenapa anak menangis dan mengamuk adalah konflik yang mereka rasakan. Mereka mencari kebebasan tetapi masih mendambakan perhatian orang tua mereka.

    Dan mereka belum mengembangkan keterampilan untuk menghadapi emosi atau kekecewaan yang kuat. Mereka sering tidak memiliki keterampilan verbal untuk menjelaskan perasaan mereka, sehingga mereka cenderung menangis dan melakukan sesuatu yang menarik perhatian.

    Cara Menghadapi Tantrum

    Setelah mengetahui penyebab anak sering menangis dan mengamuk, ada baiknya Anda memahami cara untuk menghadapinya. Untuk menghadapi anak yang sering menangis dan mengamuk, coba strategi ini ketika mereka tantrum:

  • Temukan pengalih perhatian: Jika Anda merasakan anak mulai mengamuk, tetapi itu belum menjadi ledakan besar, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak Anda. Tunjukkan sesuatu yang menarik atau libatkan mereka dalam suatu kegiatan.
  • Tetap tenang: Begitu anak Anda sedang mengamuk, jangan mengancam, menceramahi, atau berdebat dengan mereka. Melakukan hal itu hanya membuat perilaku mereka semakin parah. Kemudian, ketika anak Anda tenang, bicarakan dengan mereka tentang perilaku mereka sebelumnya.
  • Abaikan amukan: Ini menunjukkan kepada anak Anda bahwa perilaku mengamuk tidak dapat diterima dan tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Jauhkan mereka dari tempat umum: Jika Anda berada di tengah-tengah toko atau tempat umum lainnya, pastikan Anda dapat melihat anak Anda (dan mereka dapat melihat Anda) setiap saat. Jika Anda merasa anak Anda mungkin menyakiti diri sendiri atau orang lain, jauhkan mereka dari lingkungan.
  • Jaga agar tetap aman: Singkirkan benda berbahaya yang ada di dekat mereka. Cobalah untuk menggendong anak Anda, sehingga mereka tidak bisa melukai diri mereka sendiri. Jika anak Anda benar-benar di luar kendali, bawa mereka ke tempat yang aman sampai mereka tenang.
  • Selain itu, hindari respons seperti berikut:

  • Menyerah atau menuruti anak: Jika Anda melakukan itu, anak-anak belajar bahwa amukan membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika Anda berada di rumah dan anak Anda aman dengan ruangan di sekitarnya, Anda bisa mencoba meninggalkan mereka dan pergi ke ruangan lain.
  • Pukul, tendang, atau melawan balik: Anda mungkin berpikir ini mengajarkan mereka bahwa tindakan ini akan menyakitkan. Tetapi yang sering terjadi adalah sebaliknya. Anak Anda mungkin merasa bahwa ini adalah perilaku yang dapat diterima karena orang tua mereka juga melakukannya. Sebaliknya, jelaskan bahwa mereka melakukan sesuatu yang tidak baik dan tidak diperbolehkan.
  • Cara Mencegah Anak Sering Menangis dan Mengamuk

    001 lia harahap

    ©2017 Merdeka.com

    Penyebab anak sering menangis dan mengamuk dapat dicegah. Dilansir dari laman kidshealth.org, berikut cara mencegah anak sering menangis dan mengamuk:

  • Berikan banyak perhatian positif. Anda bisa menghadiahi si kecil dengan pujian dan perhatian untuk perilaku positifnya.
  • Cobalah untuk memberi anak Anda kendali atas hal-hal kecil. Tawarkan pilihan kecil seperti "Apa kamu ingin jus jeruk atau jus apel?" atau "Apa kamu ingin menyikat gigi sebelum atau sesudah mandi?" Namun, jika Anda bertanya, "Apa kamu ingin menyikat gigi sekarang?", yang kemungkinan besar akan dijawab "tidak".
  • Alihkan perhatian anak Anda. Manfaatkan rentang perhatian si kecil yang pendek dengan menawarkan sesuatu yang lain sebagai ganti dari apa yang tidak dapat mereka miliki. Mulailah aktivitas baru untuk menggantikan aktivitas yang membuat frustrasi atau terlarang. Atau ubah lingkungan untuk mengubah suasana. Bawa anak Anda ke luar atau ke dalam atau pindah ke ruangan lain.
  • Bantu anak-anak mempelajari keterampilan baru. Bantu anak-anak belajar melakukan sesuatu. Pujilah mereka untuk membuat mereka merasa bangga dengan apa yang dapat mereka lakukan. Juga, mulailah dengan sesuatu yang sederhana sebelum beralih ke tugas yang lebih menantang.
  • Pertimbangkan permintaan dengan hati-hati ketika anak Anda menginginkan sesuatu.
  • Ketahui batasan anak Anda. Jika Anda tahu anak Anda sudah lelah, jangan ajak mereka untuk pergi keluar atau mencoba melakukan tugas lagi.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP