Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menilik Sejarah Gedung The Historich Cimahi, Tempat Hiburan Tentara Belanda

Menilik Sejarah Gedung The Historich Cimahi, Tempat Hiburan Tentara Belanda Menilik Sejarah Gedung The Historich Cimahi, Tempat Hiburan Tentara Belanda. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Membahas peninggalan masa Kolonial Belanda memang tidak ada habisnya. Pemerintah saat itu banyak memberi perubahan bagi negara ini salah satunya dalam aspek pembangunan. Banyak bangunan-bangunan mewah nan megah dibangun oleh pemerintah Belanda. Hingga saat ini, bangunan tersebut masih dapat dengan mudah dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu bangunan sejarah yang masih berdiri kokoh di Kota Cimahi adalah Gedung The Historich. Mulanya, gedung ini digunakan sebagai tempat hiburan tentara Belanda.

Setelah berpindah tangan, gedung ini beberapa kali mengalami perubahan nama dan fungsi. Hingga saat ini Gedung The Historich dijadikan sebagai salah satu cagar budaya di Kota Cimahi. Tiap harinya, gedung bersejarah ini masih ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Dulunya Bernama Societeit Voor Officieren

Melansir cimahikota.go.id, Gedung Historich dibangun pada tahun 1886 saat masa kolonial Belanda. Gedung ini dulunya bernama Societeit Voor Officieren yang dibuat sebagai sarana pertemuan sosial antara tentara dan bangsawan Belanda. Selain itu, gedung ini difungsikan sebagai sosio klub yang berisi acara-acara pesta seperti dansa, minum-minum, main billiard, dan lainnya.

Gedung ini terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 29, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Selain sebagai tempat hiburan, gedung ini juga dipersiapkan sebagai zona militer untuk melindungi Bandung terutama pangkalan udara Andir. Saat itu beberapa fasilitas militer didirikan di kota ini.

Awal masa kemerdekaan, gedung ini berpindah tangan kepada TNI AD sehingga nama gedung ini berganti menjadi Balai Pradjoerit Soedirman atau lebih dikenal dengan Gedung Sudirman. Gedung yang mengalami beberapa kali restorasi ini mengubah fungsinya menjadi gedung serbaguna. Hingga akhirnya gedung ini mengubah namanya menjadi The Historich yang berasal dari kaya history dan rich.

Bangunan dengan Arsitektur Unik

Bangunan ini dibangun dengan memakai unsur arsitektur “Indicy Impire Style” dengan gaya kekaisaran romawi dengan paduan arsitektur tropis Eropa. Gaya arsitektur ini tidak terlepas dari pengaruh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Ia termasuk dalam salah satu gubernur yang bangga akan kemegahan dan kemewahan.

Gedung ini memiliki empat pilar dengan gaya Yunani dan Romawi Kuno. Pilar utama memiliki style ionix dan pilar lainnya dengan style dorix dan orintion. Luas dari bangunan ini mencapai 870 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 3.700 meter persegi.

Bagian dari gedung ini terdiri atas satu main hall, sayap barat “West Wing”, dan sayap timur “East Wing”. Hingga saat ini, belum diketahui siapa arsitektur dari bangunan mewah nan megah ini.

Masuk dalam Bangunan Cagar Budaya

menilik sejarah gedung the historich cimahi tempat hiburan tentara belanda

©2023 Merdeka.com/ Instagram cimahikota

Gedung The Historich memiliki fungsi yang berubah-ubah sejak bangunan ini didirikan. Gedung ini bahkan sempat menjadi Gedung DPRD Kota Cimahi dan tempat pelatihan bulu tangkis. Saat ini Gedung The Historich masih berdiri kokoh di tengah Kota Cimahi. Gedung ini dijadikan sebagai salah satu cagar budaya dan gedung kesenian oleh pemerintah setempat.

Dengan gaya arsitektur kuno, gedung ini menjadi tempat favorit penikmat bangunan heritage. Selain itu, Gedung The Historich sering disewakan untuk berbagai acara baik formal maupun non formal. Kental dengan nuansa bersejarah, wisata edukatif juga dapat dilakukan di Gedung The Historich ini.  

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP