Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kisah Makam Tionghoa Selamat dari Amukan Tsunami Krakatau, Semasa Hidup Sosoknya Bukan Orang Sembarangan

Kisah Makam Tionghoa Selamat dari Amukan Tsunami Krakatau, Semasa Hidup Sosoknya Bukan Orang Sembarangan

Saat bencana erupsi dan tsunami berlangsung, banyak warga yang berlindung di dekat makam.

Kisah Makam Tionghoa Selamat dari Amukan Tsunami Krakatau, Semasa Hidup Sosoknya Bukan Orang Sembarangan

Sebuah makam di wilayah Pulau Tanjung Kait, Provinsi Banten, dikabarkan selamat dari bencana besar erupsi Gunung Krakatu pada 1883 silam. Ketika itu pulau-pulau di sekelilingnya terkena dampak letusan, bahkan sampai hilang tergulung ombak.

Konon salah satu daratan itu selamat karena adanya sebuah makam tokoh Tionghoa. Saat bencana erupsi dan tsunami berlangsung, banyak warga yang berlindung di dekat makam. Saat ini lokasi itu dikeramatkan oleh warga setempat, dan dijadikan Klenteng oleh etnis Tionghoa di Pulau Kait.

Cerita legenda yang dipercaya turun temurun itu kemudian dikaitkan dengan sosok sakti bernama Ema Dato yang disemayamkan di sana.

Jadi lokasi wisata religi

Mengutip kanal YouTube seorang pemerhati budaya Tionghoa, Elsa Novia Sena, bahwa saat ini telah dibangun klenteng di sekitar area makam pada 1962.

Warga setempat biasa berziarah, sekaligus beribadah di klenteng tersebut untuk mendoakan para leluhur dan sosok yang dimakamkan di sana.

Makam Ema Dato di klenteng tersebut jadi salah satu yang dikeramatkan di sana, karena kesaktiannya ketika masih hidup.

Gabungkan budaya Bali dan Tionghoa

Gabungkan budaya Bali dan Tionghoa

Menurut Elsa, klenteng tersebut juga memiliki desain yang unik karena menggabungkan dua budaya, yakni Tionghoa dan Bali.

Perpaduan dua budaya ini bisa terlihat jelas sejak di gerbang masuk, di mana pada dindingnya dihiasi motif topeng barong, dengan warna merah dan kuning khas Tionghoa.

“Jadi klenteng ini tuh unik banget, bergaya Bali nggak sih ini,” kata Elsa.

Asal usul makam

Tidak diketahui pasti kapan sosok Ema Dato ini dimakamkan. Namun dulunya kawasan ini masih berupa hutan, dan belum banyak permukiman seperti sekarang.

Disampaikan juru kunci makam, Koh Acin, makam ini diketahui sudah ada sebelum bencana erupsi Gunung Krakatau di 1883.

“Jadi ini tuh dulunya hutan, dan ditemukan oleh warga serta petani setempat, ” kata Koh Acin, saat diwawancara Elsa.

Membawa berkah

Membawa berkah

Makam ini sejak awal penemuan sudah dikeramatkan oleh warga karena dipercaya membawa keberkahan.

Ini terbukti saat terdapat seorang petani yang gagal panen, namun keadaannya membaik setelah berziarah.

“Dulu katanya ada petani bawang yang gagal panen akibat ribuan ulat, lalu ziarah ke sini. Setelah berdoa tiba-tiba ribuan burung terbang dan memakan ulat-ulat tadi hingga tanamannya sembuh, ” kata Koh Acin.

Sosoknya bukan orang sembarangan

Adapun sosok Ema Dato sendiri amat disegani semasa hidup. Ia menjadi tabib atau tokoh pengobatan yang bisa menyembuhkan masyarakat.

Ia merupakan perantauan asal Bali dan menetap di Pulau Kait. Bersama rombongan dari China, Ia datang untuk mendermakan ilmu pengobatan dan membantu warga sekitar secara sukarela.

“Ini kenapa ada kosambinya, karena makam ini dulu dekat pohon kosambi,” jelas Koh Acin.

Pernah selamat dari bencana Tsunami Krakatau

Setelah kematiannya pada 1740-an, warga masih merawat makam ini hingga terjadi bencana letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Konon makam ini selamat dari dampak bencana tersebut dan turut melindungi warga, seakan membelah hempasan Tsunami setinggi 30 meter.

“Jadi pas di perbatasan makam Ema Dato itu gelombang airnya pecah, dan bisa melindungi warga, ini berdasarkan cerita lisan turun temurun,” kata Koh Acin.

Tapak Tilas Kuburan Massal Ulee Lheue, Tempat Penuh Duka Korban Tsunami Aceh
Tapak Tilas Kuburan Massal Ulee Lheue, Tempat Penuh Duka Korban Tsunami Aceh

Kuburan massal Ulee Lheue, tempat penuh duka dan menjadi saksi bisu kedahsyatan Tsunami Aceh 2004 silam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bocah Ngaku Yatim Piatu Korban Tsunami Palu Terlantar di Tol, Jalan Kaki dari Takalar ke Makassar
Bocah Ngaku Yatim Piatu Korban Tsunami Palu Terlantar di Tol, Jalan Kaki dari Takalar ke Makassar

Wahyu mengaku kedua orang tuanya meninggal dunia akibat tsunami dan gempa yang menerjang Kota Palu pada tahun 2018..

Baca Selengkapnya icon-hand
Penemuan Kerangka Manusia Diduga Korban Tsunami Aceh
Penemuan Kerangka Manusia Diduga Korban Tsunami Aceh

Keluarga membawa pulang kerangka tersebut untuk dikebumikan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bantul Kekurangan Alat Peringatan Dini Tsunami, Ini Fakta di Baliknya
Bantul Kekurangan Alat Peringatan Dini Tsunami, Ini Fakta di Baliknya

Hingga tahun ini BPBD belum bisa melakukan pengadaan EWS baru karena harganya mahal

Baca Selengkapnya icon-hand
'Kesaktian' Burung Kuau Raja Bermata Seratus dari Zaman Purba yang Ditemukan Kembali di Indonesia, Bisa Prediksi Gempa & Tsunami
'Kesaktian' Burung Kuau Raja Bermata Seratus dari Zaman Purba yang Ditemukan Kembali di Indonesia, Bisa Prediksi Gempa & Tsunami

Berikut 'kesaktian' Burung Kuau Raja bermata seratus dari Zaman Purba yang ditemukan kembali di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Guyon Mantan Panglima TNI saat Beri Kejutan ke Pengantin Baru Lansia 'Padahal Enggak Punya Gigi Berani Nikah ya'
Guyon Mantan Panglima TNI saat Beri Kejutan ke Pengantin Baru Lansia 'Padahal Enggak Punya Gigi Berani Nikah ya'

Mantan Panglima TNI bertemu dengan pasangan lansia korban tsunami selat Sunda yang baru saja menikah dua hari sebelum bencana tsunami.

Baca Selengkapnya icon-hand
Anak Korban Tsunami Aceh Bisa Kuliah Gratis di UGM, Begini Kisahnya
Anak Korban Tsunami Aceh Bisa Kuliah Gratis di UGM, Begini Kisahnya

Kini ia sedang mencari beasiswa lain untuk biaya hidup di Jogja

Baca Selengkapnya icon-hand
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Pulau Timor NTT, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Pulau Timor NTT, BMKG Nyatakan Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengacu pada informasi dari BMKG.

Baca Selengkapnya icon-hand
Fakta di Balik Gempa M 6,4 yang Guncang Bantul, Alarm Megathrust?
Fakta di Balik Gempa M 6,4 yang Guncang Bantul, Alarm Megathrust?

Jumat (30/6) malam, wilayah Bantul dan sekitarnya diguncang gempa yang tidak berpotensi tsunami tapi harus tetap diwaspadai.

Baca Selengkapnya icon-hand