Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Dalam selembar batik khas Ciwaringin terdapat perjuangan rakyat melawan penjajahan.

Batik, seni tekstil khas Indonesia yang telah memukau dunia. Keindahan dan motifnya tak terpisahkan dari warisan budaya bangsa selama berabad-abad, seperti di Kecamatan Ciwaringin.

Di wilayah Cirebon paling barat ini terdapat salah satu jenis batik yang unik bernama Ciwaringinan.

Batik ini tak sekedar mengedepankan keindahan corak, namun membawa pesan kejamnya penjajagan.

Dalam selembar kainnya juga tersirat pesan perjuangan para santri yang berkobar untuk memukul mundur para penjajah yang menyengsarakan rakyat.

Sayangnya, batik Ciwaringin popularitasnya tak sementereng Megamendung dan Trusmi yang sudah bertahun-tahun bertahan.

Yuk kenalan lebih dekat dengan batik yang pernah menjadi identitas Cirebon di masa silam ini.

Batik Ciwaringin dan Kreasi Santri Pondok Pesantren

Mengutip jurnal budaya Departmen Pendidikan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia berjudul “ Analisis Makna Motif Batik Ciwaringin Cirebon” karya Aditya Aditama Putri dan Desi Wulandari, batik Ciwaringin sudah berkembang sejak tahun 1940-an.

Ketika itu, batik ini mulai menjadi kegiatan di luar pendidikan agama yang diajarkan di salah Pondok Pesantren Raudlotul Tholibin di Babakan Ciwaringin.

Ketika itu, motifnya hasil pengembangan dari santri asal Lasem, Rembang. Namun karena kemampuan membatik hampir dipunyai oleh banyak santri, akhirnya dikembangkan oleh pengelola dan menjadi produk khas dari pesantren tersebut.

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Batik Ciwaringin.

Gambar: Youtube Cirebon Movie

Jadi Batik Khas Pedalaman

Aditya dan Desi memaparkan bahwa batik Ciwaringinan berbeda dengan batik trusmian. Perbedaannya terletak dari motif yang digambar.

Motif Ciwaringin diketahui banyak mengambil inspirasi dari alam dan lingkungan sekitar, seperti tumbuhan, sungai dan lain sebagainya.

Salah satu yang menjadi ciri khas adalah pola wit ngrambat yakni dedaunan yang merambat dan menjuntai. Ini ciri khas wilayah pedalaman (perkampungan), dengan perbedaan kuat dari batik Trusmian yang kebanyakan bertema luaran alias Keraton dan Kerajaan.

Gunakan Pewarna Alami

Gunakan Pewarna Alami

Sejak dulu, batik Ciwaringin dibuat secara terbatas oleh para santri. Mereka memanfaatkan apapun yang ada, termasuk dedaunan dan batang akar untuk mewarnai kain batik.

Bahan-bahan tersebut banyak ditemukan di sekitar pesantren seperti kulit mahoni, kulit manga, kulit buah rambutan, kulit jengkol, kulit manggis, kulit tegeran, kulit merbau, kulit tingi, kulit jolawe, kulit secang, dan akar mengkudu.

Walau warnanya tak setajam pewarya kimia, batik ini tetap memiliki penggemar terutama dari luar negeri. Ini karena konsumen luar, sangat menyukai berbagai hal yang masih alami.

Gambarkan Penderitaan Rakyat

Mengutip laman Disparbud Jabar, motif yang menggambarkan penderitaan rakyat akibat penjajahan juga tertuang di Tebu Sekeret.

Ketika itu, warga Cirebon dan Ciwaringin dalam kondisi kelaparan karena dampak dari perang dan pejajahan.

Efeknya, masyarakat kesulitan mencari makan dan hanya bisa menghisap sari tebu untuk mengganjal perut.

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Ini adalah cara warga agar bisa bertahan hidup, karena pasokan makanan dikendalikan pemerintah Belanda yang saat itu berkuasa.

Semangat Santri Usir Penjajah Belanda

Terakhir, batik khas Ciwaringin juga memotret pola yang menggambarkan perjuangan para santri dalam melawan penjajah.

Di masa itu, para santri bersama para pendakwah menjadi salah satu kelompok yang maju untuk memuluk mundur para penjajarah dari barat.

Dalam semangat yang tergambar di motif batik pecutan ini, seolah memecut para santri agar semangat dalam mensyiarkan agama Islam dan memukul mundur para penjajah yang membuat rakyat menderita.

Karena memiliki histori yang panjang, batik khas Ciwaringin ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya khas

Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda
Melihat Sentra Kerajinan Batik Kayu di Bantul, Hasil Kombinasi Dua Wujud Karya Seni yang Jadi Denyut Nadi Ekonomi Masyarakat Desa
Melihat Sentra Kerajinan Batik Kayu di Bantul, Hasil Kombinasi Dua Wujud Karya Seni yang Jadi Denyut Nadi Ekonomi Masyarakat Desa

Produk kerajinan batik kayu di Krebet telah menjangkau pasar nasional maupun internasional

Baca Selengkapnya
Perajin Batik Tulis Khas Bayat Klaten Ini Bawa Misi Ramah Lingkungan
Perajin Batik Tulis Khas Bayat Klaten Ini Bawa Misi Ramah Lingkungan

Di balik motif dan warnanya yang indah, terselip misi penyelamatan lingkungan dari sehelai batik tulis khas Bayat, Klaten.

Baca Selengkapnya
Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas
Intip Indahnya Batik Khas Kuningan, Ada Motif Kuda sampai Bokor Emas

Batik jadi salah satu kekayaan budaya khas Kabupaten Kuningan yang masih jarang diketahui

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Setelah 12 Tahun, Kemenag Luncurkan Batik Baru Jemaah Haji Indonesia, Bernuansa Ungu dan Sarat Filosofi
Setelah 12 Tahun, Kemenag Luncurkan Batik Baru Jemaah Haji Indonesia, Bernuansa Ungu dan Sarat Filosofi

Kementerian Agam merilis batik haji Indonesia setelah 12 tahun tidak diganti.

Baca Selengkapnya
Mengenal Batik Ciprat Khas Desa Kemudo Klaten, Dibuat Oleh Warga Difabel
Mengenal Batik Ciprat Khas Desa Kemudo Klaten, Dibuat Oleh Warga Difabel

Gradasi warna dengan motif yang indah membuat batik ciprat ini jadi UMKM unggulan di Desa Kemduo

Baca Selengkapnya
Kepincut, Ibu Negara Beli Batik dan Gelang dari UMKM Mitra Binaan Pertamina
Kepincut, Ibu Negara Beli Batik dan Gelang dari UMKM Mitra Binaan Pertamina

Ibu Iriana Jokowi dan Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta Ibu Liza Erick Thohir juga sempat mencicipi kopi dari UMKM binaan Pertamina.

Baca Selengkapnya
Terinspirasi dari Lingkungan Sekitar, Ini Makna Batik Melati Pandanwangi dan Sejuta Bunga Khas Madiun
Terinspirasi dari Lingkungan Sekitar, Ini Makna Batik Melati Pandanwangi dan Sejuta Bunga Khas Madiun

Batik-batik ini juga sudah tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham RI.

Baca Selengkapnya
Mengenal Batik Tulis Bayat, Hasil Karya Ibu-ibu Usai Gempa Yogyakarta 2006
Mengenal Batik Tulis Bayat, Hasil Karya Ibu-ibu Usai Gempa Yogyakarta 2006

Batik tulis khas Bayat itu unik karena memakai pewarna alami. Pelaku usahanya juga memiliki misi pelestarian lingkungan.

Baca Selengkapnya
Kunjungi Pengrajin Batik Tradisional, Ganjar Dorong Permodalan Perbankan ke Tingkat Desa
Kunjungi Pengrajin Batik Tradisional, Ganjar Dorong Permodalan Perbankan ke Tingkat Desa

Ganjar meyakini, hasil produksi pengrajin batik Sukoharjo bila dibawa ke tempat yang lebih baik pemasarannya maka nilai jual ekonominya akan bertambah.

Baca Selengkapnya