3 Batik Khas Madiun Terinspirasi dari Pecel hingga Senjata Putri Kerajaan, Penuh Filosofi Bikin Bangga Pemakainya

Batik-batik ini sarat nilai sejarah dan budaya. Batik Madiun masih terus dilestarikan hingga kini.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
3 Batik Khas Madiun Terinspirasi dari Pecel hingga Senjata Putri Kerajaan, Penuh Filosofi Bikin Bangga Pemakainya
3 Batik Khas Madiun Terinspirasi dari Pecel hingga Senjata Putri Kerajaan, Penuh Filosofi Bikin Bangga Pemakainya (Merdeka.com)

Batik-batik ini sarat nilai sejarah dan budaya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Batik khas Madiun mungkin tidak seterkenal Batik Pekalongan atau Batik Solo. Meski demikian, Batik Madiun masih terus dilestarikan hingga kini. Bahkan, beberapa motif Batik Madiun sudah diakui di tingkat nasional.

Batik Pecel

Batik Pecel terinspirasi dari masakan asli Madiun yaitu pecel. Pecel merupakan makanan yang terdiri dari beberapa sayuran dan dipadukan dengan bumbu kacang bercita rasa manis, gurih, dan pedas.

Mengutip situs resmi Disbudparpora Kota Madiun, Batik Pecel memiliki filosofi yaitu semata-mata untuk kejayaan dan kemakmuran masyarakat sekitar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pembuatan Batik Pecel diprakarsai oleh Sri Murniati, pemilik Galeri Batik Murni Madiun. Sejak tahun 2011, Murni terinspirasi membuat kain batik dengan motif kuliner asli Madiun. Tercetuslah ide membuat Batik Pecel yang menggambarkan keistimewaan Madiun sebagai kota Pecel.

Batik Pecel memiliki beragam variasi dan warna. Salah satunya yaitu motif pecel komplet. Motif ini memadukan berbagai bahan yang terdapat dalam kuliner pecel, seperti daun singkong, kacang panjang, kacang tanah, kembang turi, daun kemangi, hingga cabai.

Selain motif pecel komplet, ada juga motif pecel pincuk, pecel gunungan, pecel godong kates, pecel lembayung, hingga pecel kombinasi. Ada pula motif batik klasik yang dipadukan dengan motif pecel.

Setiap pola dibuat dalam berbagai warna. Batik Pecel ada yang dibuat sebagai batik tulis maupun batik cap.

Batik Keris Retno Dumilah

Motif batik ini terinspirasi budaya Madiun berupa warisan keris yang berasal dari kisah babad Madiun. Keris Madiun yang dinamai Keris Tundhung Madiun merupakan senjata Raden Ayu Retno Dumilah.

Retno Dumilah merupakan putri bupati Pangeran Timoer yang dikenal cerdas dan pemberani. Setelah sang ayah lengser, ia naik takhta menjadi bupati. Ia adalah bupati perempuan pertama di Jawa. 

Keris yang terdapat dalam pola motif batik ini dideskripsikan secara lengkap dan bervariasi. Misalnya, keris pada seragam kerja Pemkot Madiun divariasikan dengan hiasan non-geometris seperti selendang dan tombak, motif melati, variasi geometris berbentuk matahari. Motif melati ini menjadi simbol keanggunan Retno Dumilah.

Keris pada kain batik juga divariasikan dengan ornamen non-geometris berupa selendang dan tombak, pola geometris berupa matahari dan corak. Ragam hiasan selendang menggambarkan kemewahan Retno Dumilah.

Ragam hias non-geometris menjadi simbol keagungan dan keberanian Madiun. Unsur ini memiliki unsur kebudayaan dan sangat erat kaitannya dengan sejarah.

Selain motif utama dan pelengkap, motif batik khas Madiun juga menggunakan berbagai macam isen-isen, seperti menggunakan sisik, cecek sawut, dan cecek sawut daun, isen kontemporer, cecek, dan truntum.

Sementara itu, warna yang menghiasi Batik Keris Retno Dumilah tergantung pada produsen. Mayoritas warna biru menjadi latar batik keris. Oleh karena itu, batik Madiun sering digolongkan sebagai batik pesisiran.

Warna biru melambangkan Kota Madiun yang diapit oleh dua gunung yaitu Wilis dan Lawu.

Batik Segar Arum

Nama Segar Arum terinspirasi dari Kota Madiun. Kata Segar merujuk pada jeruk nambangan yang pernah jadi kebanggaan Kota Madiun. 

Sementara kata Arum diambil dari kisah Ki Panembahan Ronggo Jumeno, pendiri Madiun yang memiliki keris sakti bernama Tundhung Medhiun. Keris tersebut selalu dibalut bunga melati yang harum. Artinya, siapa pun yang masuk pintu selalu mendapat otoritas tinggi. Maka keris dan melati bersatu untuk menjadikan Kota Madiun “Arum”.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Tokopedia

Metode pewarnaan Batik Segar Arum berbeda dengan batik khas Madiun lainnya. Metode pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu mahoni, teger, dan daun jati.

Rekomendasi