Salah satu produk andalan Sido Muncul, yaitu Tolak Angin tengah melakukan kolaborasi dengan perusahaan ritel global asal Jepang UNIQLO. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Tolak Angin membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membuat kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui koleski t-shirt UTme! dengan desain yang khas dan lucu.
Adapun t-shirt limited edition tersebut, hanya bisa didapatkan di toko UNIQLO Pondok Indah Mall 3, One District at Puri, dan secara online melalui UNIQLO.com. Selain itu, terdapat pula lima desain stiker tambahan yang bisa dikustomisasi khusus di UTme! Corner di toko UNIQLO Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menunjukkan eksistensi Tolak Angin sebagai obat herbal terstandar untuk mengatasi ‘masuk angin’ yang sudah ada sejak 1940. Hal ini juga menjadi bukti bahwa Tolak Angin dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tren yang ada.
Jadi Andalan dalam Melawan Masuk Angin
Tolak Angin sendiri dipercaya untuk mengatasi ‘masuk angin’ yang merupakan tahap awal menurunnya daya tahan tubuh dengan gejala seperti pusing, mual, kembung, meriang, tenggorokan kering dan kecapaian.
Tolak Angin diproduksi oleh Sido Muncul dan telah lulus uji pra-klinik yang terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta aman dikonsumsi setiap hari dalam jangka panjang. Bahkan setiap bets produksinya pun telah melalui quality control untuk memastikan produknya halal serta bebas dari; aflatoksin, cemaran mikroba, logam berat, pupuk, pestisida, etilen glikol dan dietilen glikol.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Tolak Angin juga menyediakan berbagai varian seperti Tolak Angin Sugar Free, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, Permen Tolak Angin, Permen Tolak Angin Sugar Free, Tolak Angin Care minyak angin roll-on dan Balsem herbal Tolak Angin.
Hebatnya lagi, selain di Indonesia, Tolak Angin ini ternyata juga sudah diekspor ke beberapa negara seperti Filipina, Arab Saudi, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Suriname, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang.