Tanggal Berapa Bulan Rajab 2025 Dimulai? Ketahui Jadwal dan Penjelasan Lengkapnya

Salah satu bulan yang sangat dimuliakan adalah Rajab, termasuk dalam empat bulan haram bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Fardi Rizal
Oleh Fardi Rizal - Reporter
Tanggal Berapa Bulan Rajab 2025 Dimulai? Ketahui Jadwal dan Penjelasan Lengkapnya
Ilustrasi Al-Quran ((Photo by mucahityildiz on pixabay))

Pergantian bulan dalam kalender Hijriah tidak hanya sekadar perubahan waktu, melainkan juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbaharui niat, meningkatkan ibadah, dan menyusun kembali agenda spiritual. Kehadiran bulan-bulan yang penuh berkah di tengah kesibukan dunia menjadi saat yang sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu bulan yang sangat dimuliakan adalah Rajab, termasuk dalam empat bulan haram bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Menjelang akhir tahun Masehi 2025, perhatian umat Islam tertuju pada penanggalan Rajab, terutama terkait kapan bulan ini akan dimulai dan berakhir, sebagai persiapan untuk melaksanakan ibadah, puasa sunnah, dan amalan lainnya menjelang Ramadan.

Bulan Rajab 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya
Ilustrasi bulan Rajab (dok.Pexels) © 2025 Liputan6.com

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia untuk tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, awal bulan Rajab 1447 Hijriyah diperkirakan akan jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025.

Malam pergantian menuju 1 Rajab 1447 Hijriyah dimulai pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, setelah waktu Maghrib. Meskipun kalender resmi telah memberikan perkiraan tersebut, kepastian tanggal tersebut tetap menunggu hasil rukyatul hilal atau perhitungan posisi bulan. Penetapan yang sama juga tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, yang menyatakan bahwa 1 Rajab 1447 Hijriyah jatuh pada 21 Desember 2025.

Tahun 2025 menjadi tahun yang cukup unik karena terdapat dua peringatan 1 Rajab dalam satu tahun Masehi. Selain 1 Rajab 1447 Hijriyah, sebelumnya juga terdapat 1 Rajab 1446 Hijriyah yang jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025.

Doa Bulan Rajab Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Amalan Pembuka Menuju Ramadan
Ilustrasi doa, Islami, muslim. (Photo by Masjid MABA on Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan awal Bulan Rajab 1447 Hijriah berdasarkan kalender resmi yang dikeluarkan. Penetapan ini juga mengacu pada perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan oleh Muhammadiyah. Dengan demikian, umat Islam dapat menggunakan ketetapan ini sebagai pedoman untuk melaksanakan berbagai ibadah dan amalan yang berkaitan dengan Bulan Rajab.

Dari hasil penanggalan tersebut, diketahui bahwa 1 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Sementara itu, malam pertama Bulan Rajab dimulai pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, tepat setelah waktu Maghrib. Hal ini sesuai dengan sistem penanggalan Islam yang mengatur pergantian hari dimulai saat matahari terbenam, sehingga malam tersebut sudah termasuk dalam awal Bulan Rajab.

Jadwal Puasa Sunnah Bulan Rajab (Desember 2025 – Januari 2026)

1. Puasa Senin dan Kamis

Puasa sunnah yang rutin dilakukan setiap pekan dan sangat dianjurkan, dengan jadwal sebagai berikut:

Senin, 22 Desember 2025 (2 Rajab 1447 H)

Kamis, 25 Desember 2025 (5 Rajab 1447 H)

Senin, 29 Desember 2025 (9 Rajab 1447 H)

Kamis, 1 Januari 2026 (12 Rajab 1447 H)

Senin, 5 Januari 2026 (16 Rajab 1447 H)

Kamis, 8 Januari 2026 (19 Rajab 1447 H)

Senin, 12 Januari 2026 (23 Rajab 1447 H)

Kamis, 15 Januari 2026 (26 Rajab 1447 H)

Senin, 19 Januari 2026 (30 Rajab 1447 H – penutup Bulan Rajab)

2. Puasa Ayyamul Bidh (Tanggal 13–15 Rajab)

Puasa yang dilaksanakan di pertengahan bulan Hijriah saat bulan dalam keadaan purnama, yaitu:

Jumat, 2 Januari 2026 (13 Rajab 1447 H)

Sabtu, 3 Januari 2026 (14 Rajab 1447 H)

Minggu, 4 Januari 2026 (15 Rajab 1447 H)

3. Puasa Sunnah Bebas

Puasa sunnah di Bulan Rajab dapat dikerjakan pada hari apa pun selama tidak bertepatan dengan hari yang dilarang untuk berpuasa. Beberapa tanggal yang sering dipilih karena memiliki makna khusus antara lain:

Minggu, 21 Desember 2025 (1 Rajab 1447 H – awal Bulan Rajab)

Jumat, 16 Januari 2026 (27 Rajab 1447 H – peringatan Isra Mikraj)

Puasa Syawal adalah Amalan Sunah Setelah Ramadan, Ini Panduan untuk Menjalankannya
Ilustrasi puasa. (Image by drobotdean on Freepik) © 2026 Liputan6.com

Bulan Rajab merupakan bulan yang sangat dihormati dalam ajaran Islam dan termasuk salah satu dari empat bulan haram, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat At-Taubah ayat 36, Allah SWT menegaskan status bulan haram ini, di mana umat Islam disarankan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi segala bentuk dosa selama bulan-bulan tersebut.

Rajab juga dikenal dengan sebutan Syahr al-Istighfar, yang berarti bulan penuh ampunan. Di bulan ini, Allah SWT memberikan rahmat dan pahala yang melimpah bagi hamba-Nya yang beribadah. Rajab sering dianggap sebagai awal persiapan menuju bulan suci Ramadan, menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbaiki niat dan meningkatkan kualitas ibadah mereka. Para ulama mengibaratkan Rajab sebagai bulan menanam benih kebaikan, Sya'ban sebagai bulan menyiram, dan Ramadan sebagai bulan memanen pahala.

Ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Rajab.

  1. Berdoa: Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa di bulan ini, salah satunya dengan mengucapkan: "Allahumma barik lana fi rajaba wasya'bana waballighna ramadhana" (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan). Doa-doa yang dipanjatkan di bulan ini diyakini tidak akan ditolak.
  2. Puasa sunnah: Memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab sangat dianjurkan, karena puasa satu hari di bulan ini memiliki keutamaan besar, seperti dijauhkan dari siksa neraka selama satu tahun. Selain itu, puasa ini juga berfungsi sebagai latihan spiritual menjelang Ramadan.
  3. Menghidupkan malam pertama: Malam pertama bulan Rajab diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, shalat sunnah, dan zikir sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
  4. Bersedekah: Bersedekah di bulan Rajab juga sangat dianjurkan, dengan pahala yang berlipat ganda.
  5. Membaca Al-Qur'an: Membaca dan merenungkan Al-Qur'an adalah ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan mulia ini, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rekomendasi