Taeil NCT Akui Bersalah atas Kasus Pemerkosaan, Minta Keringanan Hukuman: “Saya Sangat Menyesal”

Mantan anggota NCT, Taeil, akhirnya mengakui bersalah dalam kasus pemerkosaan terhadap seorang wanita asing. Taeil meminta keringanan hukuman atas perbuatannya.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Taeil NCT Akui Bersalah atas Kasus Pemerkosaan, Minta Keringanan Hukuman: “Saya Sangat Menyesal”
Taeil NCT Akui Bersalah atas Kasus Pemerkosaan, Minta Keringanan Hukuman: “Saya Sangat Menyesal” (Merdeka.com)

Kasus pemerkosaan berat yang menjerat Moon Taeil, mantan anggota boy group ternama NCT, akhirnya memasuki babak persidangan. Sidang perdana digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul dan menjadi sorotan publik, terutama para penggemar K-Pop. Dalam sidang tersebut, Taeil bersama dua rekannya secara resmi mengakui seluruh dakwaan yang diajukan jaksa. 

Mengutip laporan dari Liputan6 dan Koreaboo, ketiga terdakwa didakwa telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan warga negara Tiongkok dalam kondisi mabuk, yang terjadi pada 13 Juni 2024 di kawasan Itaewon, Seoul. 

Jaksa menyebut bahwa setelah bertemu dengan korban di sebuah bar, para terdakwa memaksa korban masuk ke dalam taksi dan membawanya ke rumah salah satu pelaku di daerah Bangbae. Antara pukul 04.00 hingga 04.30 dini hari, ketiganya diduga melakukan pemerkosaan secara bersama-sama saat korban dalam keadaan tidak sadar. 

Bukti yang Menguatkan Tuntutan

Kejaksaan mengungkap bahwa kasus ini membutuhkan waktu dua bulan untuk menganalisis rekaman CCTV demi melacak pergerakan para pelaku. Selain itu, ditemukan bukti percakapan antarterdakwa yang mengindikasikan bahwa kejahatan ini bukan tindakan impulsif semata. Bahkan, terdapat rencana untuk memanipulasi sistem GPS pada taksi guna mengelabui data lokasi kejadian. “Kasus ini merupakan kejahatan berat yang terencana. Kami memiliki cukup bukti untuk menuntut hukuman maksimal,” tegas jaksa dalam persidangan.

Taeil Akui Bersalah dan Minta Maaf

Taeil tidak menyangkal satu pun dakwaan yang dibacakan. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan penyesalan mendalam atas apa yang telah terjadi.

“Saya sangat menyesalkan luka yang saya timbulkan pada korban, dan saya merasa bersalah. Saya juga meminta maaf kepada semua orang yang merasa kecewa dengan kejadian ini,” ujar Taeil, dikutip dari Maeil Kyungjae.

Pihak kejaksaan kemudian menuntut hukuman penjara selama tujuh tahun bagi Taeil dan dua rekannya. Tuntutan ini didasarkan pada keseriusan kejahatan serta dampak psikologis yang mungkin diderita korban.

Memohon Keringanan Hukuman

Meski telah mengakui kesalahan, Taeil melalui pengacaranya memohon kepada majelis hakim agar diberikan keringanan hukuman. Alasan yang diajukan adalah bahwa Taeil telah menyerahkan diri kepada kepolisian secara sukarela dan menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini secara damai.

“Klien kami telah mencapai kesepakatan dengan korban, yang menyatakan tidak ingin menghukum lebih lanjut. Selain itu, korban bahkan mengirimkan surat yang menyatakan hal tersebut secara tertulis,” jelas kuasa hukum Taeil.

Namun demikian, jaksa menolak pembelaan ini dan mempertanyakan validitas dari klaim ‘menyerahkan diri’. Mereka menilai bahwa upaya Taeil tidak cukup untuk mengurangi bobot dari kejahatan yang dilakukan.

Kehilangan Karier, Kini Bekerja Paruh Waktu

Taeil juga mengungkap kondisi kehidupannya pascakasus ini. Ia menyatakan sudah tidak memiliki pekerjaan tetap sejak dikeluarkan dari agensi hiburan ternama, SM Entertainment, pada Agustus 2024 lalu.

“Saat ini saya tidak memiliki pekerjaan. Dulu saya adalah seorang penyanyi, tetapi saya dikeluarkan oleh agensi saya setelah insiden ini. Sekarang saya bekerja paruh waktu,” ujar Taeil di hadapan hakim.

Pernyataan tersebut menyoroti dampak besar kasus ini terhadap kehidupan profesional dan pribadi mantan idol tersebut. Taeil juga menambahkan bahwa ia telah menandatangani surat pengakuan dan menyerahkannya secara resmi sebagai bagian dari upaya bertanggung jawab.

Tidak Ditahan, Tapi Tetap Diproses Hukum

Meski didakwa dalam kasus kejahatan berat, Taeil dan dua rekannya tidak ditahan selama proses penyelidikan berlangsung. Hal ini disebabkan oleh pengakuan mereka yang dinilai mengurangi risiko pelarian atau penghilangan barang bukti. Namun status mereka tetap berada dalam pengawasan ketat pihak berwenang hingga putusan resmi diumumkan pada sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 10 Juli 2025.

Kasus ini mengguncang industri hiburan Korea Selatan dan komunitas K-Pop global. Taeil, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu vokalis utama NCT, memiliki basis penggemar besar dan dikenal dengan citra yang bersih. Banyak penggemar mengungkapkan kekecewaan dan kesedihan atas fakta bahwa sosok yang mereka idolakan terlibat dalam kejahatan berat.

SM Entertainment juga telah mengambil langkah tegas dengan mengumumkan pemutusan kontrak Taeil begitu kabar kasus ini muncul ke publik, meski saat itu detail kasus belum diungkapkan secara resmi.

Menanti Putusan Hakim

Kasus ini menunjukkan bahwa hukum di Korea Selatan tetap berjalan tegas meski pelaku adalah figur publik terkenal. Apakah pengakuan bersalah dan upaya damai dengan korban akan meringankan hukuman Taeil? Semua akan ditentukan dalam sidang putusan pada 10 Juli mendatang.

Satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa ketenaran tidak membuat seseorang kebal dari hukum, dan tindakan keliru sekecil apa pun bisa meruntuhkan segalanya yang telah dibangun bertahun-tahun.

Rekomendasi