Festival Film Cannes 2025 menjadi panggung kejutan ketika sosok Syahrini tiba-tiba muncul dengan penampilan megah di red carpet. Istri dari pengusaha Reino Barack ini, yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan selebritas Tanah Air, sukses menyita perhatian global dengan penampilannya yang mencolok di ajang film paling prestisius tersebut.
Meski bukan bagian dari dunia perfilman internasional, kehadiran Syahrini di Cannes ke-78 pada 16 Mei 2025 benar-benar menjadi buah bibir. Tak ada pengumuman atau undangan resmi yang dipublikasikan sebelumnya, membuat banyak pihak bertanya-tanya: Mengapa Syahrini bisa hadir di Cannes? Dan apakah penampilannya sesuai dengan standar festival?
Advertisement
Hadir di Acara UNESCO “Listen to Her”
Sebelum menginjak karpet merah utama Cannes, Syahrini terlebih dahulu menghadiri acara yang digelar oleh UNESCO berjudul “Listen to Her” sebagai bagian dari program kampanye kesetaraan dan pemberdayaan perempuan. Kehadirannya sebagai tamu di acara tersebut memberikan legitimasi keikutsertaannya dalam rangkaian acara Festival Film Cannes, meski dirinya bukan pelaku industri film.
Momen ini turut menjadi ajang diplomasi budaya, memperlihatkan kontribusi figur publik dari Indonesia di kancah internasional, meski di luar jalur sinema. Tidak hanya hadir, Syahrini juga menunjukkan kebanggaan pada produk lokal dengan mengenakan karya desainer Indonesia dan tas buatan UMKM.
Advertisement
Gaun Glamor Rancangan Desainer Tanah Air
Di red carpet Festival Film Cannes, Syahrini tampil dalam balutan gaun berwarna silver karya desainer Indonesia ternama, Danny Satriadi. Gaun tersebut merupakan long dress lengan panjang yang dihiasi payet blink-blink, senada dengan hijab yang ia kenakan.
Yang menarik perhatian, Syahrini juga mengenakan jubah panjang menyapu lantai dengan kerah halter neck yang dihiasi bordiran motif floral. Tampilan itu kemudian dipercantik dengan tiara silver yang memperkuat kesan mewah dan kerajaan ala Syahrini.
Untuk riasan wajah, ia bekerja sama dengan makeup artist kenamaan Albert Kurniawan. Riasan matanya dibuat bold, sementara bibirnya dihiasi lipstik nude bertekstur glossy. Penampilannya memang tampak memesona, namun juga menimbulkan perdebatan. Pasalnya, Festival Film Cannes tahun ini menetapkan aturan ketat soal busana.
Advertisement
Gaunnya Diduga Langgar Aturan Cannes 2025
Festival Film Cannes 2025 mengumumkan peraturan baru terkait dress code yang jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam pernyataan resmi panitia, mereka menegaskan bahwa tidak hanya larangan busana "telanjang", tetapi juga pakaian yang "terlalu bervolume" atau memiliki ekor panjang yang bisa mengganggu mobilitas dan penataan tempat duduk.
Aturan tersebut muncul sebagai respons atas berbagai kontroversi di masa lalu, seperti demonstran topless di Cannes 2022 serta penampilan berani Bianca Censori di Grammy 2025. Peraturan baru ini disesuaikan dengan hukum Prancis dan kerangka kelembagaan Cannes, menurut laporan Variety pada 13 Mei 2025.
Dengan jubah panjang menyapu lantai dan volume gaun yang cukup besar, penampilan Syahrini pun disorot publik dan media. Banyak pihak mempertanyakan apakah gaunnya melanggar regulasi baru Cannes. Namun, Syahrini bukan satu-satunya. Supermodel Heidi Klum dan aktris Tiongkok Wan QianHui juga hadir dengan busana ber-ekor panjang yang mencolok, melanggar aturan yang sama.
Advertisement
Tas Lokal hingga Cincin Berlian
Yang juga mencuri perhatian adalah pilihan aksesori Syahrini. Jika biasanya ia tampil dengan tas Hermes yang mewah, kali ini ia membawa tas lokal karya kolaborasi Vone World dan Heart Evangelista berwarna navy. Pilihan ini mendapat pujian karena dianggap mendukung brand dalam negeri di panggung internasional.
Ia juga mengenakan cincin berlian yang menambah kesan glamor, namun tetap elegan dan tak berlebihan. Secara keseluruhan, meski gaya Syahrini sangat mencolok dan mungkin melanggar aturan Cannes, ia tetap tampil dengan kepercayaan diri tinggi yang menjadi ciri khasnya.
Advertisement
Penghargaan: Tidak untuk Film, Tapi untuk Kehadiran dan Representasi
Tidak seperti selebritas lainnya yang menerima penghargaan film, Syahrini tidak masuk dalam jajaran nominasi atau penerima penghargaan resmi Festival Film Cannes 2025. Namun, kehadirannya di acara UNESCO “Listen to Her” menjadi bagian dari penghargaan sosial dan budaya—peran simbolik sebagai publik figur yang menyuarakan pemberdayaan perempuan dan budaya Indonesia.
Meski tidak membawa pulang trofi, kehadirannya tetap berdampak secara simbolis dan membuktikan bahwa keterlibatan selebriti di acara besar tak melulu soal film.
Advertisement
Reaksi Publik dan Netizen
Foto-foto penampilan Syahrini lebih banyak beredar di akun media sosial penggemar dibandingkan akun resminya. Bahkan akun X @IndoPopBase mengunggah potret dirinya dan Reino Barack di red carpet dengan caption, “Syahrini tiba di Festival Film Cannes ke-78.”
Sontak, warganet membanjiri media sosial dengan komentar beragam. Ada yang kagum dengan keberaniannya tampil di Cannes, ada juga yang mempertanyakan relevansi kehadirannya. Namun satu hal pasti, Syahrini berhasil mencuri spotlight global walau hanya muncul satu kali di karpet merah.
Advertisement
Ikonik Meski Kontroversial
Kehadiran Syahrini di Festival Film Cannes 2025 mungkin bukan untuk merayakan film, tapi ia sukses menciptakan cerita tersendiri. Dengan gaun rancangan desainer lokal yang mewah, aksesori elegan, dan riasan memukau, Syahrini membuktikan dirinya mampu berdiri sejajar dengan para selebriti dunia.
Meski penampilannya menimbulkan perdebatan karena diduga melanggar aturan, Syahrini tampil dengan penuh percaya diri dan tetap menjunjung tinggi unsur budaya lokal. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kehadirannya adalah momen kebanggaan—karena nama Indonesia kembali terdengar di panggung internasional.