Nasi sisa semalam terkadang hanya berakhir menjadi nasi goreng atau terbuang percuma karena tidak sempat diolah. Padahal, bahan sederhana ini bisa dimanfaatkan menjadi camilan yang berbeda. Salah satunya adalah kerupuk nasi dengan bumbu pedas manis.
Kerupuk nasi memiliki tekstur renyah dengan rasa gurih yang cocok dijadikan teman bersantai. Setelah digoreng, kerupuk bisa diberi balutan bumbu cabai, bawang putih, gula, dan sedikit asam agar rasanya semakin kaya.
Cara membuatnya memang membutuhkan beberapa tahap. Namun, bahan yang digunakan cukup sederhana dan bisa ditemukan di dapur. Lantas bagaimana resep kerupuk nasi sisa dengan bumbu pedas manis? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (4/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Resep Kerupuk Nasi Sisa dengan Bumbu Pedas Manis
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369406/original/050836600_1791522093-Gemini_Generated_Image_ywjss1ywjss1ywjs.jpg)
Resep ini menghasilkan sekitar 1 wadah kerupuk, tergantung ketebalan irisan dan ukuran yang dibuat.
Bahan Adonan Kerupuk:
- 250 gram nasi putih sisa yang masih layak konsumsi
- 150 gram tepung tapioka
- 50 gram tepung beras
- 3 siung bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar bubuk
- 1 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk, opsional
- 80–100 ml air, sesuaikan dengan tekstur adonan
Bahan Bumbu Pedas Manis:
- 5–8 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit merah, atau sesuai selera
- 3 siung bawang putih
- 4 sendok makan gula merah yang sudah disisir
- 1 sendok makan gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok makan air asam jawa
- 50 ml air
- 2 sendok makan minyak goreng
Bahan Tambahan:
- Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng kerupuk
Advertisement
Cara Membuat Kerupuk Nasi Sisa
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473537/original/001675000_1768448125-Membentuk_adonan_nasi_sisa_untuk_dibuat_kerupuk__Gemini_AI_.jpg)
1. Haluskan nasi bersama bumbu
Masukkan nasi putih ke dalam blender atau food processor. Tambahkan bawang putih, ketumbar, garam, kaldu bubuk jika digunakan, dan sebagian air.
Haluskan hingga nasi berubah menjadi adonan lembut. Jika blender terasa berat, tambahkan air sedikit demi sedikit. Hindari menuangkan air sekaligus karena adonan yang terlalu encer akan lebih sulit dibentuk.
Pastikan nasi tidak menggumpal dan bumbu tercampur merata agar rasa gurihnya terasa sampai ke bagian dalam kerupuk.
2. Campurkan adonan dengan tepung
Pindahkan nasi yang sudah dihaluskan ke dalam wadah. Masukkan tepung tapioka dan tepung beras secara bertahap sambil diaduk hingga tercampur.
Uleni menggunakan tangan yang bersih sampai adonan bisa dibentuk dan tidak terlalu lengket. Jika masih lembek, tambahkan sedikit tepung tapioka. Sebaliknya, apabila adonan terlalu kering dan sulit menyatu, tambahkan sedikit air.
Perpaduan tepung tapioka dan tepung beras membantu membentuk adonan yang cukup kokoh untuk dikukus dan diiris.
3. Bentuk adonan seperti silinder
Ambil sebagian adonan, kemudian bentuk memanjang menyerupai silinder atau lontong. Usahakan ukurannya tidak terlalu besar agar proses pengukusan berlangsung lebih merata.
Bungkus adonan menggunakan daun pisang atau plastik tahan panas yang memang aman untuk dikukus. Jika menggunakan daun pisang, sematkan kedua ujungnya supaya bentuk adonan tidak berubah.
Buat beberapa gulungan dengan ukuran yang hampir sama. Dengan begitu, adonan akan lebih mudah matang secara merata.
4. Kukus hingga adonan matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu sampai air mendidih dan uapnya cukup banyak. Masukkan gulungan adonan, kemudian kukus selama kurang lebih 40–50 menit, tergantung ketebalannya.
Setelah matang, angkat dan biarkan hingga suhunya turun. Jangan langsung mengiris adonan ketika masih panas karena teksturnya cenderung lembek dan mudah hancur.
Untuk mendapatkan irisan yang lebih rapi, simpan adonan yang sudah dingin di dalam lemari es selama beberapa jam sampai teksturnya lebih padat.
5. Iris tipis dan keringkan
Keluarkan adonan dari lemari es, lalu iris tipis menggunakan pisau tajam. Usahakan ketebalan setiap irisan seragam agar kerupuk bisa kering dan matang secara merata saat digoreng.
Susun irisan di atas tampah atau loyang yang bersih. Beri jarak agar setiap potongan tidak saling menempel.
Jemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering dan keras. Lama pengeringan bergantung pada cuaca, kelembapan udara, dan ketebalan kerupuk. Jika cuaca tidak mendukung, gunakan oven bersuhu rendah dengan pengawasan agar kerupuk tidak gosong.
Jangan terburu-buru menggoreng kerupuk yang masih lembap karena hasilnya bisa kurang renyah dan minyak berpotensi memercik.
6. Goreng kerupuk sampai mengembang
Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak menggunakan api sedang. Setelah minyak panas, masukkan kerupuk kering sedikit demi sedikit.
Goreng sambil dibalik hingga kerupuk mengembang dan teksturnya renyah. Jangan memasukkan terlalu banyak kerupuk sekaligus karena suhu minyak bisa turun dan hasil gorengan menjadi kurang maksimal.
Angkat kerupuk, kemudian tiriskan. Letakkan di atas saringan atau kertas penyerap minyak sampai tidak terlalu berminyak. Sisihkan hingga dingin sebelum diberi bumbu.
7. Buat bumbu pedas manis
Haluskan cabai merah keriting, cabai rawit, dan bawang putih. Panaskan minyak, kemudian tumis bumbu halus sampai harum dan matang.
Masukkan gula merah, gula pasir, garam, air asam jawa, dan air. Aduk hingga seluruh bahan tercampur dan gula larut.
Masak menggunakan api kecil sampai bumbu mengental dan terlihat sedikit lengket. Koreksi rasanya. Jika ingin lebih pedas, tambahkan cabai rawit. Sementara itu, jika menyukai rasa manis yang lebih dominan, jumlah gula bisa disesuaikan.
Pastikan bumbu tidak terlalu berair karena cairan berlebih bisa membuat kerupuk kehilangan kerenyahannya.
8. Campurkan kerupuk dengan bumbu
Setelah bumbu mengental, kecilkan api atau matikan kompor. Masukkan kerupuk yang sudah digoreng sedikit demi sedikit.
Aduk perlahan sampai seluruh permukaan kerupuk terlapisi bumbu. Lakukan dengan cepat agar kerupuk tidak terlalu lama terkena panas dan tetap renyah.
Jika ingin hasil yang lebih kering, kerupuk berbumbu bisa diaduk sebentar menggunakan api sangat kecil. Namun, jangan terlalu lama karena gula dapat mengeras atau gosong.
Angkat dan sebarkan kerupuk di atas loyang atau wadah lebar. Biarkan dingin sebelum disimpan atau disajikan.
Advertisement
Tips agar Kerupuk Nasi Sisa Renyah dan Tidak Mudah Melempem
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369407/original/059589200_1791522093-Gemini_Generated_Image_3dac6g3dac6g3dac.jpg)
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya kerupuk nasi buatan sendiri memiliki tekstur renyah dan rasa yang enak.
- Gunakan nasi dengan penyimpanan yang aman. Pilih nasi yang segera didinginkan dan disimpan dalam lemari es setelah matang. Jangan menggunakan nasi yang dibiarkan semalaman pada suhu ruang. Menurut penjelasan dari Food Standards Australia New Zealand (FSANZ), nasi yang terkontaminasi bakteri Bacillus cereus bisa berisiko menyebabkan keracunan makanan, bahkan ketika dipanaskan kembali.
- Jangan membuat adonan terlalu lembek. Tambahkan air sedikit demi sedikit saat menghaluskan nasi. Adonan yang terlalu basah akan lebih sulit dibentuk dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikeringkan.
- Iris dengan ketebalan seragam. Potongan yang terlalu tebal membutuhkan waktu pengeringan dan penggorengan lebih lama. Irisan tipis dan seragam membantu kerupuk mengembang lebih merata.
- Pastikan kerupuk benar-benar kering. Jangan hanya mengandalkan bagian luar yang terlihat kering. Kerupuk mentah sebaiknya sudah keras dan tidak terasa lembap sebelum digoreng.
- Gunakan minyak yang cukup panas. Minyak yang terlalu dingin membuat kerupuk lebih lama matang dan berpotensi menyerap banyak minyak. Goreng sedikit demi sedikit agar suhu minyak tetap stabil.
- Tunggu sampai kerupuk dingin sebelum dibumbui. Kerupuk yang masih panas dapat menghasilkan uap ketika dicampur dengan bumbu. Kondisi ini bisa membuat teksturnya lebih cepat melempem.
- Simpan dalam wadah kedap udara. Sebagaimana dijelaskan oleh FoodSafety.gov, setelah kerupuk benar-benar dingin, masukkan ke dalam stoples atau kemasan tertutup rapat. Hindari membiarkannya terbuka terlalu lama.
Advertisement
Variasi Bumbu Kerupuk Nasi yang Bisa Dicoba
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5076149/original/062961700_1735871398-1735827527296_resep-kerupuk-nasi.jpg)
Selain pedas manis, kerupuk nasi juga bisa dibuat dengan beberapa variasi rasa agar tidak membosankan.
- Bumbu balado: Gunakan cabai merah, bawang putih, gula, dan sedikit kaldu bubuk untuk menghasilkan rasa pedas gurih yang lebih kuat.
- Bumbu bawang: Campurkan bawang putih goreng yang dihaluskan dengan sedikit garam dan kaldu bubuk. Rasanya sederhana, tetapi cocok untuk pencinta camilan gurih.
- Bumbu pedas daun jeruk: Tambahkan irisan daun jeruk yang digoreng kering agar aroma kerupuk lebih harum dan segar.
- Bumbu jagung bakar: Gunakan bubuk jagung bakar, sedikit gula, dan bubuk cabai untuk menghasilkan rasa manis gurih.
- Bumbu barbeque: Tambahkan bubuk barbeque siap pakai setelah kerupuk digoreng dan ditiriskan.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Kerupuk Nasi Sisa
1. Apakah nasi sisa semalam bisa langsung dibuat kerupuk?
Bisa, selama nasi masih layak konsumsi dan disimpan dengan benar. Nasi sebaiknya segera didinginkan dan dimasukkan ke lemari es setelah matang. Hindari nasi yang dibiarkan semalaman pada suhu ruang.
2. Mengapa adonan kerupuk nasi harus dikukus terlebih dahulu?
Pengukusan membantu mematangkan dan memadatkan adonan sehingga lebih mudah didinginkan, diiris, dan dikeringkan sebelum digoreng.
3. Apakah kerupuk nasi harus dijemur di bawah matahari?
Tidak harus. Kerupuk bisa dikeringkan menggunakan oven bersuhu rendah. Namun, pastikan kadar airnya sudah cukup berkurang sebelum masuk ke tahap penggorengan.
4. Mengapa kerupuk nasi tidak mengembang saat digoreng?
Beberapa penyebabnya adalah kerupuk belum benar-benar kering, ketebalan irisan tidak seragam, atau suhu minyak kurang sesuai. Pastikan kerupuk sudah kering dan gunakan minyak yang cukup panas.
5. Bagaimana cara menyimpan kerupuk nasi pedas manis agar tetap renyah?
Dinginkan kerupuk terlebih dahulu, lalu simpan dalam stoples atau kemasan kedap udara. Pastikan tidak ada uap atau kelembapan yang terperangkap di dalam wadah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390120/original/052233900_1793783518-Gemini_Generated_Image_5xgfvg5xgfvg5xgf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6824935/original/076884200_1779613702-3247967099881135468.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388161/original/045235800_1793603945-bumbu_masak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389605/original/079616000_1793763358-Ilustrasi_siput_sedut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389174/original/062392700_1793698527-Picture1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9389178/original/070639500_1793698686-merdeka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388939/original/013261000_1793689958-clem-onojeghuo-r8lDTtSWGUc-unsplash.jpg)