Lumut yang tumbuh di permukaan atap tidak hanya mengurangi keindahan rumah, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan material apabila dibiarkan terlalu lama. Kondisi ini terjadi karena lumut mampu menahan kelembapan sehingga permukaan atap lebih sulit mengering setelah hujan.
Membersihkan lumut tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena pekerjaan ini memiliki risiko tergelincir maupun merusak penutup atap. Dengan teknik yang tepat dan memperhatikan aspek keselamatan, lumut dapat dibersihkan secara efektif tanpa membahayakan diri sendiri maupun merusak atap.
Lebih lanjut, berikut cara membersihkan lumut di atap dengan aman, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (29/7).
Advertisement
1. Pilih Waktu yang Tepat dan Pastikan Atap dalam Kondisi Kering
Sebelum mulai membersihkan lumut, pilih hari dengan cuaca cerah dan minim angin. Atap yang kering memberikan pijakan yang lebih stabil dibandingkan atap yang masih basah akibat hujan atau embun.
Waktu terbaik biasanya pada pagi menjelang siang setelah embun menghilang atau sore hari ketika panas matahari tidak terlalu terik. Hindari bekerja saat hujan atau ketika prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan dalam waktu dekat.
Apabila permukaan atap masih licin, tunda pekerjaan hingga benar-benar kering. Kesabaran dalam memilih waktu yang tepat jauh lebih penting daripada memaksakan pekerjaan yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
Advertisement
2. Gunakan Peralatan Keselamatan yang Memadai
Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat bekerja di atas atap. Gunakan sepatu dengan sol karet antiselip agar pijakan lebih kuat dan tidak mudah tergelincir.
Selain itu, gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan dari permukaan atap yang kasar maupun bahan pembersih. Jika atap memiliki kemiringan yang cukup curam atau berada pada ketinggian yang signifikan, gunakan tali pengaman (safety harness) yang dipasang pada titik jangkar yang kokoh.
Pastikan tangga yang digunakan berada di permukaan yang rata dan stabil. Sebaiknya pekerjaan dilakukan dengan bantuan orang lain yang dapat memegang tangga sekaligus membantu apabila terjadi keadaan darurat.
Advertisement
3. Singkirkan Lumut dengan Sikat Berbulu Sedang
Langkah pertama dalam membersihkan lumut adalah mengangkat lapisan yang menempel menggunakan sikat berbulu sedang atau sikat nilon. Gosok secara perlahan mengikuti arah pemasangan genteng atau lembaran atap agar tidak merusak permukaannya.
Hindari penggunaan sikat kawat karena dapat mengikis lapisan pelindung pada beberapa jenis atap, seperti genteng beton berlapis coating maupun atap metal berlapis cat. Kerusakan lapisan pelindung dapat mempercepat proses pelapukan dan korosi.
Mulailah dari bagian atas atap lalu bergerak ke bawah. Cara ini membantu lumut dan kotoran turun mengikuti aliran gravitasi sehingga area yang telah dibersihkan tidak kembali terkena tumpukan lumut dari bagian atas.
Advertisement
4. Gunakan Larutan Pembersih yang Sesuai
Setelah lumut yang tebal terangkat, semprotkan larutan pembersih yang memang dirancang untuk mengatasi lumut pada atap atau gunakan larutan sabun ringan yang diencerkan dengan air. Biarkan beberapa menit agar lumut yang masih menempel menjadi lebih mudah dibersihkan.
Ikuti petunjuk penggunaan apabila memakai produk pembersih khusus. Hindari mencampur berbagai bahan kimia secara sembarangan karena dapat menghasilkan reaksi yang berbahaya atau merusak material atap.
Setelah didiamkan, gosok kembali area yang masih berlumut secara perlahan hingga permukaannya bersih. Fokuskan pembersihan pada bagian yang benar-benar masih ditumbuhi lumut agar pekerjaan lebih efisien.
Advertisement
5. Bilas dengan Tekanan Air yang Aman
Bilas atap menggunakan selang air bertekanan normal untuk menghilangkan sisa lumut dan larutan pembersih. Arahkan aliran air mengikuti kemiringan atap sehingga air mengalir secara alami menuju talang.
Apabila menggunakan mesin semprot bertekanan tinggi (pressure washer), gunakan pengaturan tekanan rendah hingga sedang dan jaga jarak semprotan dari permukaan atap. Tekanan yang terlalu tinggi berpotensi merusak lapisan pelindung, menggeser genteng, atau memaksa air masuk ke sela-sela atap.
Periksa kembali apakah masih ada lumut yang tertinggal setelah proses pembilasan selesai. Jika masih ada, ulangi pembersihan secara perlahan tanpa meningkatkan tekanan air secara berlebihan.
Advertisement
6. Bersihkan Talang Air dan Cegah Lumut Tumbuh Kembali
Lumut yang telah dibersihkan biasanya akan terbawa menuju talang bersama daun dan kotoran lainnya. Karena itu, talang air perlu segera dibersihkan agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan genangan air.
Pangkas ranting pohon yang terlalu menaungi atap apabila memungkinkan. Paparan sinar matahari yang lebih baik membantu permukaan atap lebih cepat kering sehingga pertumbuhan lumut menjadi lebih lambat.
Lakukan pemeriksaan atap secara berkala, terutama setelah musim hujan. Membersihkan lumut sejak masih tipis jauh lebih mudah dan aman dibandingkan menunggu hingga menutupi sebagian besar permukaan atap atau menyebabkan kerusakan pada materialnya.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Lumut di Atap dengan Aman
1. Seberapa sering lumut di atap perlu dibersihkan?
Frekuensinya bergantung pada kondisi lingkungan sekitar rumah. Pada umumnya, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 6–12 bulan sekali. Jika rumah berada di area yang lembap atau banyak pepohonan, lumut bisa tumbuh lebih cepat sehingga atap mungkin perlu dibersihkan lebih sering, terutama setelah musim hujan.
2. Apakah pemutih pakaian boleh digunakan untuk membersihkan lumut di atap?
Sebaiknya tidak digunakan sembarangan. Pemutih berbahan klorin dapat merusak lapisan pelindung pada beberapa jenis atap, memudarkan warna genteng, serta berpotensi mencemari tanaman atau tanah di sekitar rumah jika tidak digunakan dengan benar. Lebih aman menggunakan pembersih khusus lumut untuk atap atau larutan sabun ringan sesuai rekomendasi produsen atap.
3. Kapan sebaiknya memanggil jasa profesional untuk membersihkan lumut di atap?
Jasa profesional sebaiknya dipertimbangkan apabila atap memiliki kemiringan yang curam, berada di bangunan bertingkat, atau lumut telah menutupi area yang sangat luas. Selain memiliki peralatan keselamatan yang memadai, tenaga profesional juga umumnya memahami metode pembersihan yang sesuai dengan jenis material atap sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan.